Liverpool menghadapi jadwal terberat dalam lima pekan Premier League sebelum jeda internasional berikutnya.
Penilaian ini berdasarkan analisis The Analyst yang menggunakan rata-rata peringkat Opta Power Rankings dari lima calon lawan.
The Analyst menghitung rata-rata kekuatan lima lawan setiap klub dengan peringkat global 1-100 milik Opta. Hasilnya menempatkan Liverpool di posisi teratas daftar jadwal tersulit.
Liverpool akan menghadapi Manchester City dan Arsenal di kandang.
Mereka juga dijadwalkan bertemu Brentford dan Brighton, dua tim yang berada di empat besar Premier League serta mengalami kenaikan peringkat dalam Opta Power Rankings.
Menurut The Analyst, Brighton kini berada di peringkat ketujuh dunia, sedangkan Brentford menempati posisi ke-13. Sebelumnya, Liverpool justru memiliki lima pertandingan pembuka dengan tingkat kesulitan terendah.
Nottingham Forest dan Brighton Menyusul di Daftar Terberat
Nottingham Forest memiliki rangkaian pertandingan tersulit kedua.
Mereka akan menghadapi Arsenal dan Manchester City, setelah lebih dulu menjalani laga tandang ke Crystal Palace pada Matchday 6.
Oliver Glasner juga akan membawa Nottingham Forest menghadapi Ipswich pada Matchday 8.
Menurut The Analyst, dua pertandingan tersebut menjadi peluang penting bagi Forest untuk meraih poin dalam periode sulit.
Brighton menempati urutan ketiga dalam daftar jadwal tersulit.
Tim tersebut akan menghadapi Liverpool dan Manchester City secara beruntun setelah mengawali musim dengan mencetak 16 gol dan melakukan tekanan lebih agresif dibanding tim lain.
Aston Villa berada di urutan keempat.
Menurut The Analyst, Villa mencatat 48 tembakan, 12 tembakan tepat sasaran, dan 81 sentuhan di kotak penalti lawan, semuanya menjadi jumlah terendah di liga.
Villa juga memiliki selisih expected goals terburuk di divisi tersebut, yakni -4,35.
Tim asuhan Unai Emery baru meraih satu kemenangan musim ini, meski kemenangan itu datang saat menghadapi Tottenham sebelum jeda internasional.
Leeds United melengkapi lima tim dengan jadwal tersulit. Mereka termasuk enam klub yang belum terkalahkan, tetapi harus bertandang ke Arsenal pada laga berikutnya.
Menurut The Analyst, Mikel Arteta memenangi seluruh empat pertemuan Premier League melawan Daniel Farke.
Rekor 100 persen tersebut merupakan salah satu catatan terbaik Arteta melawan manajer yang pernah dihadapinya di kasta tertinggi.
Di sisi lain, Fulham mendapat rangkaian pertandingan termudah. Mereka akan menghadapi tiga tim promosi dalam tiga matchday berturut-turut, kemudian Aston Villa dan Newcastle.
Fulham telah memenangi tujuh dari delapan pertandingan terakhir melawan tim promosi, menurut The Analyst.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari jadwal dengan peluang relatif lebih ringan sebelum jeda internasional berikutnya.
Newcastle memiliki jadwal termudah kedua dengan rata-rata peringkat lawan yang rendah.
Mereka berada di posisi kesembilan klasemen, tetapi tabel expected points menempatkan Newcastle di posisi terbawah, menciptakan selisih 11 posisi.
Coventry City menempati urutan berikutnya dalam daftar jadwal mudah.
Tiga dari lima laga mereka berlangsung di kandang, dimulai dengan Newcastle, lalu tandang ke Tottenham sebelum menjamu Sunderland dan Fulham.
Tottenham memiliki rangkaian jadwal termudah keempat dengan rata-rata peringkat lawan 91,9. Jadwal itu dimulai dengan lawatan ke Old Trafford sebelum tingkat kesulitannya menurun pada pertandingan berikutnya.
Liverpool memiliki lima pertandingan terberat sebelum jeda internasional berikutnya, sedangkan Fulham mendapat rangkaian laga termudah.
