Pengunjung Gyeonggi International Ceramic Biennale 2026 tidak sekadar menikmati pameran galeri. Mereka diajak menyentuh tanah liat basah dan mengikuti perburuan harta karun interaktif.
Korea Ceramic Foundation menggelar rangkaian acara komunitas praktik langsung di Icheon Cerapia, pusat utama biennale, hingga 1 November.
Festival akhir pekan ini dirancang agar seni keramik tradisional dan kontemporer lebih mudah diakses keluarga, pasangan, dan pencinta seni.
Tantangan Menumpuk Tanah Liat dan Berburu Keramik
Salah satu daya tarik utama adalah tantangan menumpuk tanah liat yang digelar tiga kali sehari pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Bertempat di plaza luar Gyeonggi Museum of Contemporary Ceramic Art, tim diberi waktu 20 menit untuk membentuk dan menumpuk tanah liat mentah setinggi mungkin tanpa runtuh.
Struktur tertinggi berhak atas voucher hadiah. Pendaftaran dibuka di lokasi satu jam sebelum setiap sesi untuk pemegang tiket hari yang sama.
Bagi pengunjung galeri, program "Find Ceramics in the Museum" menawarkan perburuan harta karun digital.
Pengunjung memindai kode QR di ruang pameran untuk menyelesaikan kuis dengan menemukan karya tertentu, lalu berpeluang memenangi hadiah mulai dari koin emas hingga sertifikat hadiah museum.
Area festival juga menyediakan kontes foto media sosial, camilan jalanan lokal gratis, dan zona piknik luar ruangan dengan beanbag untuk menikmati udara musim gugur.
"Kami berharap pengunjung terlibat dengan pameran melampaui pengamatan visual dengan langsung menyentuh tanah liat dan mencari karya di seluruh venue kami," kata Ryu In-kwon, chief executive Korea Ceramic Foundation.
Perayaan dua tahunan ini berlangsung di tiga hub regional: Icheon Cerapia, Gwangju Gonjiam Ceramic Park, dan Yeoju Dojasesang, hingga 1 November.
Informasi lebih lanjut tersedia di gcbiennale. org.