unique visitors counter
⌂ Beranda › News › IHSG Melemah 1,88 Persen, Investor Asing Net Sell Rp848,28 Miliar
News

IHSG Melemah 1,88 Persen, Investor Asing Net Sell Rp848,28 Miliar

Ilustrasi pergerakan IHSG dan aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia
IHSG Melemah 1,88 Persen, Investor Asing Net Sell Rp848,28 Miliar
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,88 persen ke level 6.031,28 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan aksi jual investor asing yang mencatat net sell di pasar reguler sebesar Rp848,28 miliar.

Total penjualan bersih investor asing di seluruh pasar tercatat mencapai Rp867,27 miliar.

Tekanan jual asing terutama terlihat pada BBRI, BMRI, dan AMMN dengan nilai sekitar Rp461,93 miliar.

Ketiga saham tersebut turut menjadi bagian dari 10 saham yang paling menekan pergerakan indeks.

Sembilan dari 11 Sektor Berakhir di Zona Merah

Pelemahan indeks turut dipengaruhi oleh mayoritas sektor yang berakhir di zona merah.

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor mengalami koreksi.

Sektor Industrial menjadi sektor dengan koreksi terdalam, yaitu 2,86 persen.

Berbeda dengan mayoritas sektor, sektor Health masih mencatat penguatan sebesar 0,70 persen.

Sejumlah saham tetap bergerak positif di tengah pelemahan IHSG.

AMRT naik 2,04 persen, KLBF menguat 2,65 persen, dan ASII bertambah 0,42 persen.

Di sisi lain, beberapa saham utama mengalami tekanan.

BBRI turun 3,50 persen, AMMN melemah 6,40 persen, sedangkan BMRI terkoreksi 3,50 persen.

Selain pasar domestik, bursa Amerika Serikat juga bergerak beragam.

Dow Jones naik 0,10 persen ke 51.231, sedangkan S&P 500 turun 0,47 persen ke 7.765 dan Nasdaq melemah 1,25 persen ke 27.193.

Pergerakan instrumen yang berkaitan dengan pasar Indonesia juga mengalami tekanan.

ETF EIDO turun 1,60 persen dan MSCI Indonesia melemah 1,96 persen.

Di sisi emiten, BSA Logistics Indonesia melalui anak usaha tidak langsungnya, Beruang Maritim Indonesia, menambah armada untuk memperluas bisnis angkutan laut.

Perseroan berencana menghadirkan lima set armada yang terdiri dari lima tugboat dan lima barge.

Penambahan tersebut diperkirakan meningkatkan kapasitas angkutan WBSA hingga sekitar 1,50 juta metric ton (MT) per tahun.

Dua set armada telah diperoleh pada 5 dan 7 Oktober 2026 dari Buana Cipta Mandala dan Amnor Shipyard.

Transaksi dua set armada itu mencapai sedikitnya Rp48 miliar.

Tiga set armada lainnya akan didatangkan secara bertahap.

Pengadaan tersebut didukung fasilitas pinjaman berjangka dari Bank OCBC NISP dengan plafon Rp75 miliar dan tenor 60 bulan.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk menjalankan eksplorasi di tiga wilayah Izin Usaha Pertambangan pada kuartal III 2026.

Kegiatan tersebut mencakup 113 titik pengeboran dengan total kedalaman 23.420 meter.

Eksplorasi PTBA bertujuan memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara serta memperbarui model geologi.

Biaya yang disiapkan untuk kegiatan tersebut mencapai Rp42,86 miliar.

PTBA mencatat total cadangan batu bara sebesar 1.504 juta ton (Mt) dan sumber daya sebesar 3.096 Mt.

Peranap menjadi wilayah yang disiapkan untuk pengembangan lebih lanjut dengan cadangan sekitar 279 Mt.

Emiten lain, Segar Kumala Indonesia, menetapkan dividen tunai interim dari laba bersih hingga 30 Juni 2026.

Dividen tersebut sebesar Rp10 per saham dengan total nilai Rp20 miliar.

Pada semester I 2026, BUAH membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp21,80 miliar.

Angka itu meningkat 0,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan pembagian tersebut, dividend payout ratio BUAH mencapai 91,75 persen dari laba bersih semester I 2026.

Saham BUAH pada perdagangan Kamis (8/10) ditutup di level Rp480 per saham.

Cum date dividen BUAH di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 16 Oktober 2026.

Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru