unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Mahasiswa Prancis Kunci 141 Sekolah, Janji Lanjut Demo Usai Menang
News

Mahasiswa Prancis Kunci 141 Sekolah, Janji Lanjut Demo Usai Menang

Pengunjuk rasa mahasiswa Prancis berunjuk rasa di jalanan Paris
Mahasiswa Prancis Kunci 141 Sekolah, Janji Lanjut Demo Usai Menang
A A Ukuran Teks16px

Serikat mahasiswa Prancis berjanji melanjutkan aksi protes setelah meraih kemenangan pertama dalam kampanye yang kini mendapat dukungan dari universitas-universitas elite di Paris.

Kementerian pendidikan mencatat 141 sekolah masih ditutup di seluruh negeri saat demonstrasi memasuki pekan ketiga.

Protes ini berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, dengan sebagian mahasiswa universitas ikut menyuarakan kemarahan terhadap sistem yang mereka nilai disfungsional.

Situasi itu dipersulit oleh pemotongan anggaran yang dipicu tekanan fiskal Prancis.

Pemerintah menghadapi tantangan berat karena harus menyeimbangkan tuntutan penambahan belanja pendidikan dengan kebutuhan menekan utang publik.

Gelombang unjuk rasa ini berisiko membangkitkan kembali protes jalanan yang secara historis kerap memaksa pemimpin Prancis mundur dari kebijakan penghematan.

Serikat mahasiswa dan guru menyerukan pemogokan sekolah nasional putaran berikutnya pada Selasa mendatang.

Blokade Kampus dan Respons Pemerintah

Polisi membubarkan blokade di Universitas Assas, sekolah hukum terkemuka Prancis di Paris pusat, pada Jumat pagi, menurut tayangan BFM TV.

Di dekat lokasi itu, sekolah teknik elite Mines Paris juga terganggu oleh blokade.

Institut Catholique, universitas swasta yang dikenal konservatif, menyatakan di situsnya akan beralih ke kelas jarak jauh akibat blokade kampus.

Serikat mahasiswa menyambut baik langkah pemerintah yang pada Kamis malam berjanji mengirim sekitar 3.000 guru berkualifikasi penuh yang belum mulai bekerja untuk mengisi kekurangan staf.

Kekurangan tenaga pengajar menjadi salah satu keluhan utama para pengunjuk rasa.

Marius Mesnil dari serikat mahasiswa sekolah menengah mengatakan konsesi itu menunjukkan protes mereka layak dilanjutkan.

Ia menilai aneh jika harus memblokade ratusan sekolah menengah hanya untuk mendapatkan rencana pengisian kekosongan.

Menteri Pendidikan Edouard Geffray menyatakan langkah tersebut berlaku efektif segera dan menelan biaya beberapa puluh juta euro.

Investor mencermati langkah pemerintah berikutnya di negara yang utangnya tinggi, tempat kemarahan jalanan sering diredam dengan tambahan belanja negara.

Namun besarnya anggaran pensiun dan kebutuhan menekan belanja publik membuat ruang gerak fiskal sangat sempit.

Stephane Boujnah, kepala Euronext yang mengelola bursa saham Paris, menilai Prancis perlu segera mengambil keputusan sulit untuk menurunkan utang.

Ia menyebut hal itu sangat penting bagi generasi muda.

Menurut data kementerian pendidikan, hampir 10 persen jam pelajaran di sekolah menengah negeri Prancis tidak memiliki pengajar.

Kondisi itu mendorong semakin banyak orang tua mampu meninggalkan sektor publik dan beralih ke sekolah swasta.

Kementerian dalam negeri melaporkan 71.500 orang turun ke jalan di Paris dan kota-kota lain pada Kamis.

Sebagian besar protes berlangsung damai, tetapi kekerasan meningkat di beberapa tempat.

Kebakaran terjadi di sebuah sekolah di kota Poitiers, menurut kementerian, yang juga mencatat vandalisme dan serangan terhadap staf pendidikan di berbagai wilayah.

Unjuk rasa tidak hanya terjadi di Prancis.

Di Belgia, dua serikat buruh besar menggelar pemogokan nasional pada Jumat yang berdampak pada transportasi publik, sekolah, dan lalu lintas udara.

Aksi itu menentang rencana pemotongan anggaran pemerintah dan kenaikan biaya hidup.

Puluhan ribu pengunjuk rasa diperkirakan berkumpul di Brussels untuk demonstrasi besar pada Jumat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru