Calvin Verdonk kembali bergabung dengan Lille setelah membela Timnas Indonesia.
Bek berusia 29 tahun itu mengatur waktu istirahat selama perjalanan dari Indonesia ke Eropa agar kondisinya tetap optimal.
Verdonk sebelumnya meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia. Setelah tugas internasional selesai, ia harus menghadapi tantangan penyesuaian waktu antara Jakarta dan Lille.
Perbedaan waktu antara Jakarta dan Lille menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan. Waktu di Jakarta lebih cepat sekitar 5 sampai 6 jam dibandingkan Lille.
Alih-alih mengubah jadwal istirahat setelah tiba di Eropa, Verdonk mulai menyesuaikan ritme tidurnya sejak masih berada di Indonesia.
Ia berupaya mengikuti waktu setempat di Eropa agar peralihan jadwal tidak sepenuhnya dilakukan setelah perjalanan berakhir.
Strategi Tidur Selama Penerbangan
Dalam konferensi pers di Lille, Verdonk menjelaskan bahwa penyesuaian juga diterapkan selama penerbangan kembali ke klub. Ia mempertahankan pola waktu Eropa, terutama saat memasuki periode malam.
Verdonk mengatakan, "Ketika saya berada di Indonesia, saya mencoba untuk menyesuaikan waktu dengan di Eropa. Dalam perjalanan pulang di pesawat saya mempertahankan ritme dengan waktu di Eropa."
Pernyataan itu menunjukkan penyesuaian waktu telah dimulai sebelum ia kembali beraktivitas bersama Lille.
Dengan mempertahankan jadwal mendekati waktu Eropa, Verdonk berusaha mengurangi perbedaan rutinitas istirahat antara tugas tim nasional dan klub.
Waktu tidur selama penerbangan menjadi bagian dari strategi pemulihan Verdonk.
Ia memanfaatkan waktu malam berdasarkan jam Eropa untuk beristirahat, sehingga pola tidurnya selaras dengan jadwal yang ingin dipertahankan setibanya di Lille.
Menurut Verdonk, pendekatan tersebut membantunya mempersiapkan diri kembali ke lingkungan klub. Ia juga menyebut dukungan dari pihak Lille dalam proses pemulihan setelah perjalanan panjang dari Indonesia.
Verdonk menggambarkan bagaimana pengaturan waktu istirahat selama penerbangan berkaitan dengan kondisinya setelah tiba di klub.
"Jadi, saat malam tiba saya mencoba tidur di pesawat dan ketika saya datang ke klub, semua tertata dengan baik dan mereka sangat membantu saya dalam pemulihan," katanya.
Dukungan klub menjadi bagian lain yang disebut Verdonk dalam proses kembali ke rutinitas bersama Lille.
Selain mengatur waktu tidur secara mandiri, ia memperoleh bantuan untuk menjalani pemulihan setelah menyelesaikan perjalanan internasional.
Tantangan Perjalanan Lintas Negara
Perjalanan lintas negara menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemain yang berkompetisi di Eropa setelah menjalani pertandingan bersama tim nasional.
Jarak perjalanan, perubahan zona waktu, dan kebutuhan untuk kembali beraktivitas bersama klub menjadi sejumlah hal yang harus dihadapi dalam masa transisi.
Dalam situasi Verdonk, selisih waktu Jakarta dan Lille membuat pengaturan jadwal tidur mendapat perhatian khusus.
Perubahan waktu setempat dapat memengaruhi rutinitas istirahat, sementara perjalanan panjang juga berpotensi menambah kelelahan ketika pemain kembali ke lingkungan klub.
Karena itu, penyesuaian ritme tidur selama penerbangan menjadi langkah yang dipilih Verdonk untuk membantu menjaga kebugarannya.
Ia berusaha mempertahankan waktu istirahat berdasarkan jam Eropa sebelum tiba di Lille, kemudian melanjutkan proses pemulihan dengan bantuan klub.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana Verdonk mengelola masa peralihan setelah membela Timnas Indonesia.
Pengaturan tidur selama perjalanan dan dukungan pemulihan dari Lille menjadi dua hal yang ia ungkapkan dalam upayanya kembali ke aktivitas klub setelah meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 bersama tim nasional.
