Pelatih Olympique de Marseille Bruno Genesio menyebut timnya berada dalam situasi darurat setelah menelan empat kekalahan beruntun di Ligue 1.
Marseille kini menempati peringkat ke-17 dan akan bertandang ke markas Troyes pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 20.45 waktu setempat.
Genesio meminta para pemain memperbaiki konsistensi permainan, bukan hanya mengandalkan kualitas lawan yang dianggap lebih berat di awal musim.
Ia menegaskan rangkaian pertandingan berikutnya tidak akan otomatis menghasilkan kemenangan.
Menurut laporan Foot Mercato, Genesio menilai Marseille harus mempertahankan kualitas permainan yang sempat terlihat ketika menghadapi Paris Saint-Germain (PSG).
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan konsistensi sepanjang pertandingan.
"Kami mendengar bahwa lima pertandingan pertama menghadirkan tim-tim papan atas. Namun, bukan berarti tim yang akan kami hadapi merupakan lawan yang tidak sepadan.
Liga ini sangat menuntut," ujar Genesio.
"Jangan berharap kami akan dengan mudah memenangkan tiga pertandingan berikutnya. Jika kami menang pada Minggu, itu karena kami tampil sangat baik," lanjutnya.
Marseille dijadwalkan memainkan lima pertandingan dalam 15 hari sebelum jeda internasional berikutnya.
Setelah melawan Troyes, Marseille akan menghadapi Angers, Le Havre, dan Toulouse di Ligue 1.
Di antara jadwal liga tersebut, Marseille juga akan bertemu Olympiakos dan Sturm Graz di Liga Europa, menurut Football365.
Pembenahan Fisik dan Pertahanan
Genesio menyoroti kebutuhan untuk memperbaiki intensitas fisik dan organisasi pertahanan.
Ia menilai Marseille terlalu sering memberikan peluang kepada lawan akibat kelemahan dalam penempatan posisi dan respons setelah kehilangan penguasaan bola.
"Kami harus berkembang secara fisik, melakukan lebih banyak upaya selama pertandingan dan meningkatkan upaya berintensitas tinggi. Hal penting kedua adalah memperkuat pertahanan dibandingkan kondisi saat ini.
Kami terlalu sering memberikan peluang, dan peluang itu muncul melalui pola yang sama," ujar Genesio, sebagaimana dikutip Le Méridional.
Menurut laporan yang sama, peningkatan fisik harus disertai penempatan posisi dan koordinasi yang tepat.
Genesio juga tidak ingin mengubah sistem permainan secara drastis karena kombinasi antarpemain, khususnya di lini belakang, masih membutuhkan waktu untuk berkembang.
Di luar persoalan teknis, Genesio telah berbicara dengan direktur olahraga Grégory Lorenzi dan presiden Stéphane Richard selama jeda internasional.
Pembicaraan itu membahas penanganan situasi saat ini serta arah pembangunan klub dalam jangka menengah setelah bursa transfer musim panas tanpa perekrutan pemain baru.
"Saya ingin mengetahui visi jangka menengah manajemen baru agar Marseille bisa kembali mencapai status yang sesuai bagi klub ini," ujar Genesio.
Ia menyatakan telah memperoleh kepastian mengenai keselarasan pandangan dengan jajaran manajemen, baik untuk mengatasi kesulitan saat ini maupun merencanakan masa depan klub.
Menurut Football365, pembicaraan tersebut memberinya keyakinan mengenai arah yang akan ditempuh Marseille.
Pelatih berusia 60 tahun itu juga membantah anggapan bahwa dirinya kelelahan menghadapi tekanan.
Seusai kekalahan 1-2 dari PSG, ia merasa kesal karena penampilan Marseille seolah dianggap cukup memuaskan meskipun berakhir dengan kekalahan.
"Saya tahu banyak orang mengatakan bahwa saya terlihat kelelahan," ujar Genesio.
Ia menjelaskan bahwa ketidakpuasannya terutama berkaitan dengan standar hasil yang diharapkan dari klub.
Genesio menolak anggapan bahwa kekalahan tipis dari PSG patut diterima sebagai pencapaian yang memadai.
"Saya marah karena merasa kami seolah senang hanya kalah dua gol berbanding satu dari Paris. Hal itu membuat saya kesal," ujar Genesio.
Menurut Le Méridional, pelatih tersebut juga menolak anggapan bahwa dirinya hanya mengeluhkan keadaan.
Ia menegaskan bahwa sepak bola profesional menuntut tim untuk bermain demi kemenangan, bukan sekadar membatasi selisih kekalahan.
"Saya tidak kelelahan, seperti yang saya dengar. Saya tidak mengeluh, seperti yang juga saya dengar.
Saya tidak menyukai istilah mengeluh karena istilah itu membuat saya seolah diperlakukan seperti anak kecil," ujar Genesio.
Menjelang pertandingan melawan Troyes, Genesio memastikan prioritas Marseille adalah menghentikan tren negatif sekaligus membangun konsistensi.
Laga tersebut menjadi bagian pertama dari rangkaian lima pertandingan dalam 15 hari yang akan menguji kemampuan tim memperbaiki hasil di kompetisi domestik dan Eropa.
