Kebebasan finansial tidak semata ditentukan oleh besarnya penghasilan atau keberuntungan investasi. Kondisi itu dapat diperkirakan melalui sejumlah konsep matematika sederhana.
Salah satu tandanya adalah pendapatan pasif yang mampu menutup biaya hidup. Pendapatan pasif umumnya berasal dari portofolio investasi atau bisnis yang menghasilkan arus kas.
Untuk memperkirakan target dan waktu pencapaiannya, terdapat lima konsep utama yang berkaitan dengan tabungan, investasi, dan pengeluaran.
Tingkat Tabungan Menentukan Kecepatan Pencapaian
Tingkat tabungan menunjukkan persentase penghasilan bersih yang dialokasikan untuk ditabung atau diinvestasikan. Rumusnya adalah Tingkat Tabungan = Jumlah Uang yang Ditabung ÷ Penghasilan Bersih.
Besarnya tingkat tabungan memengaruhi waktu pencapaian kebebasan finansial. Angka ini menentukan jumlah dana yang masuk ke investasi sekaligus membentuk kebutuhan gaya hidup pada masa depan.
Berdasarkan perhitungan dengan asumsi imbal hasil investasi 5 persen per tahun setelah memperhitungkan inflasi dan tingkat penarikan dana 4 persen, waktu pencapaian berbeda sesuai tingkat tabungan.
Seseorang yang menabung 10 persen dari penghasilan membutuhkan sekitar 51 tahun. Jika tingkat tabungan naik menjadi 25 persen, waktunya menjadi sekitar 32 tahun.
Pada tingkat tabungan 50 persen, kebebasan finansial diperkirakan dapat dicapai dalam waktu sekitar 17 tahun. Sementara tingkat tabungan 70 persen membutuhkan waktu sekitar 8,5 tahun.
Perhitungan tersebut menunjukkan konsistensi menyisihkan penghasilan memiliki pengaruh besar terhadap target.
Bunga Majemuk dan Aturan 4 Persen
Konsep bunga majemuk menjelaskan bahwa keuntungan investasi dapat kembali diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan tambahan. Faktor waktu menjadi elemen penting karena berada dalam bagian pangkat pada rumus pertumbuhan majemuk.
Rumus pertumbuhan majemuk menggunakan A sebagai nilai akhir investasi, P sebagai modal awal, r sebagai tingkat imbal hasil tahunan, dan t sebagai jangka waktu investasi dalam tahun.
Investasi yang dimulai lebih awal dapat memiliki nilai akhir lebih besar meskipun dana awal yang digunakan lebih kecil.
Hal ini terjadi karena keuntungan memiliki waktu lebih panjang untuk berkembang.
Investor juga dapat menggunakan Rule of 72 untuk memperkirakan waktu pelipatan dana. Caranya dengan membagi angka 72 dengan persentase imbal hasil investasi tahunan.
Jika imbal hasil investasi mencapai 7 persen per tahun setelah inflasi, uang diperkirakan berlipat ganda setiap sekitar 10 tahun.
Perhitungan ini hanya ilustrasi matematis dan bukan jaminan hasil investasi.
Target dana kebebasan finansial atau FI number membantu seseorang mengetahui nilai portofolio yang diperlukan agar biaya hidup dapat ditanggung secara mandiri.
Aturan 4 persen diperkenalkan oleh William Bengen pada 1994. Konsep tersebut kemudian diuji menggunakan data historis pasar keuangan melalui penelitian yang dikenal sebagai Trinity Study.
Metode ini memperkirakan seseorang dapat menarik dana sebesar 4 persen dari portofolio pada tahun pertama pensiun. Nominal penarikan kemudian disesuaikan berdasarkan inflasi pada tahun berikutnya.
Perhitungan target dana dilakukan dengan mengalikan pengeluaran tahunan dengan 25.
Pengeluaran Rp 5 juta per bulan atau Rp 60 juta per tahun membutuhkan target dana Rp 1,5 miliar.
Pengeluaran Rp 10 juta per bulan atau Rp 120 juta per tahun membutuhkan target dana Rp 3 miliar.
Untuk pengeluaran Rp 15 juta per bulan atau Rp 180 juta per tahun, target dananya Rp 4,5 miliar.
Sementara pengeluaran Rp 20 juta per bulan atau Rp 240 juta per tahun membutuhkan target dana Rp 6 miliar.
Setiap pengurangan pengeluaran tahunan sebesar Rp 1 juta dapat menurunkan target dana kebebasan finansial sebesar Rp 25 juta.
Jumlah uang yang tersedia untuk investasi berasal dari selisih antara penghasilan dan pengeluaran. Semakin besar selisih tersebut, semakin besar dana yang dapat dialokasikan untuk membangun kekayaan.
Ada dua pendekatan utama untuk memperbesar selisih, yaitu mengurangi pengeluaran dan meningkatkan penghasilan.
Penghematan dapat langsung dialihkan ke investasi, sementara kenaikan pendapatan memberi ruang lebih besar untuk menambah aset.
Contohnya, seseorang dengan penghasilan Rp 10 juta per bulan dan pengeluaran Rp 7 juta memiliki selisih Rp 3 juta yang dapat digunakan untuk investasi secara konsisten.
Kebebasan finansial tercapai ketika pendapatan pasif setidaknya mampu menyamai biaya hidup. Tingkat tabungan menentukan dana investasi, bunga majemuk mengembangkan portofolio, dan aturan 4 persen memperkirakan kebutuhan dana.
Rumah tangga dengan pengeluaran Rp 10 juta per bulan membutuhkan dana sekitar Rp 3 miliar berdasarkan aturan 4 persen.
Besarnya penghasilan saja tidak menentukan kecepatan pencapaian karena tingkat tabungan dan pengeluaran ikut berpengaruh.
Dua orang dengan tingkat tabungan sama dapat memiliki jadwal pencapaian yang mirip meskipun penghasilan berbeda. Jika pengeluaran meningkat seiring kenaikan pendapatan, target dana yang dibutuhkan juga ikut bertambah.
Hasil investasi tetap dipengaruhi kondisi pasar yang tidak dapat dikendalikan. Penurunan nilai portofolio pada periode tertentu menjadi bagian dari risiko investasi jangka panjang.
Konsistensi menjadi faktor penting dalam strategi ini. Menjual investasi secara terburu-buru ketika pasar melemah dapat mengubah penurunan nilai sementara menjadi kerugian yang terealisasi.
