unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Hyakudan Kaidan Tokyo Dibuka Lagi, Fokus Arsitektur Era Showa
News

Hyakudan Kaidan Tokyo Dibuka Lagi, Fokus Arsitektur Era Showa

Interior Museum Hyakudan Kaidan dengan arsitektur Jepang era Showa
Hyakudan Kaidan Tokyo Dibuka Lagi, Fokus Arsitektur Era Showa
A A Ukuran Teks16px

Museum Hyakudan Kaidan di Tokyo kembali menerima pengunjung setelah menjalani penutupan selama setahun.

Pembukaan kembali ini disertai program khusus yang menampilkan keindahan arsitektur Jepang era 1930-an.

Museum yang berada di kompleks bekas Meguro Gajoen tersebut dibuka kembali pada 1 Oktober 2026.

Program kunjungan khusus berlangsung hingga 30 Maret 2027.

Dalam pembukaan kali ini, jumlah koleksi pameran dikurangi agar perhatian pengunjung lebih terarah pada unsur arsitektur.

Penataan tersebut membuat detail interior bangunan dapat terlihat lebih jelas.

Arsitektur dan Motif Keberuntungan

Hyakudan Kaidan selesai dibangun pada 1935 dan dahulu menjadi bagian dari Meguro Gajoen.

Kompleks itu dikenal sebagai lokasi perjamuan mewah serta tempat berlangsungnya berbagai resepsi pernikahan.

Salah satu keunikan museum ini terdapat pada tujuh ruangan tradisional Jepang yang tersambung melalui tangga kayu dengan 99 anak tangga.

Pengunjung dapat menikmati ornamen, lukisan langit-langit, pilar, dan dekorasi interior di setiap ruang.

Setiap elemen hias pada bangunan memiliki makna tertentu.

Sekitar 100 motif keberuntungan tersebar pada bagian langit-langit, dinding, hingga pilar yang menghiasi area museum.

Motif kipas lipat atau sensu menjadi salah satu ornamen yang banyak ditemukan.

Bentuk kipas yang terbuka melambangkan kemakmuran, keberuntungan, serta kesuksesan pada masa depan.

Selain arsitektur, pengunjung juga dapat melihat meja putar yang telah dipugar dari benda peninggalan sebelum Perang Dunia II.

Benda tersebut berada di ruangan pertama dan diyakini sebagai meja putar tertua yang masih ada di Jepang.

Permukaan meja putar itu dihiasi teknik dekorasi menggunakan potongan cangkang kerang berwarna putih keperakan.

Potongan tersebut dipasang pada permukaan benda untuk menghasilkan tampilan berkilau.

Daya tarik lain Museum Hyakudan Kaidan muncul dari statusnya sebagai salah satu bagian bangunan lama yang masih bertahan.

Sebagian besar kompleks aslinya telah dibongkar pada 1988.

Keberadaan museum ini membuat pengunjung dapat melihat jejak arsitektur dan suasana Jepang pada awal era Showa.

Bangunan tersebut tetap mempertahankan karakter masa lalu di tengah perubahan wajah Tokyo.

Kantor humas setempat menjelaskan tujuan acara tersebut adalah menghadirkan pengalaman langsung bagi pengunjung agar dapat menikmati pesona arsitektur Jepang pada masa 1930-an.

"Kami bertujuan supaya para pengunjung dapat merasakan arsitektur secara langsung dan merasakan pesonanya"

Museum Hyakudan Kaidan berada di dalam kompleks Hotel Gajoen Tokyo, Meguro, Tokyo, Jepang.

Lokasi ini menjadi salah satu pilihan destinasi bagi wisatawan yang ingin melihat bangunan bersejarah bergaya era Showa.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru