Balai lelang kendaraan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin membeli mobil bekas dengan harga pembuka yang kompetitif.
Pilihan ini belum banyak dimanfaatkan pembeli pribadi, meskipun tersedia beragam kendaraan dengan kondisi yang bervariasi.
Selama ini calon pembeli perorangan lebih sering mencari kendaraan melalui bursa otomotif, diler konvensional, atau lokapasar.
Padahal balai lelang menawarkan kesempatan menemukan mobil sesuai kebutuhan dengan melihat kondisi unit secara langsung sebelum mengajukan penawaran.
Peserta lelang masih didominasi pedagang
Menurut Agus Salim, Marketing Balai Lelang Megatama (Otolink), peserta lelang masih didominasi pedagang yang membeli kendaraan untuk dijual kembali.
Perbandingan antara pedagang dan pengguna langsung menunjukkan selisih yang cukup besar.
"Perbandingan pedagang dan pengguna langsung (user) itu sekitar 70 banding 30. Kadang user kan ekspektasinya lebih tinggi.
Datang ke lelang kaget kok kondisi mobilnya seperti ini (apa adanya)," ujar Agus kepada Kompas. com belum lama ini.
Perbedaan ekspektasi menjadi salah satu hal yang perlu dipahami calon peserta.
Kendaraan di diler konvensional umumnya sudah dirapikan sebelum dipasarkan, sedangkan unit lelang ditampilkan sesuai kondisi yang ada.
Situasi tersebut membuat pembeli perlu menyesuaikan harapan dengan keadaan kendaraan yang akan ditawar.
Mobil yang terlihat kurang sempurna secara fisik belum tentu tidak menarik, tetapi kondisinya harus diperiksa secara cermat sebelum keputusan pembelian dibuat.
Kondisi kendaraan jadi pertimbangan utama
Agus menjelaskan bahwa setiap calon pembeli memiliki kebutuhan berbeda.
Ada yang menginginkan mobil dengan tampilan mulus, sementara pembeli lain masih mempertimbangkan kendaraan dengan kerusakan ringan.
"Tipe-tipe pembelinya beragam. Ada yang maunya mulus, ada juga yang rusak sedikit.
Tapi kalau di sini justru real, kita tahu ibaratnya baretnya di mana. Daripada beli di diler, sudah mulus tapi tidak tahu rekam jejak (history) sebelumnya," kata Agus.
Keterbukaan kondisi fisik menjadi salah satu karakteristik yang membedakan balai lelang dari diler konvensional.
Pembeli dapat mengetahui bagian kendaraan yang memiliki goresan atau kekurangan lain, sehingga penilaian terhadap unit tidak hanya bergantung pada tampilan luarnya.
Meski demikian, transparansi kondisi bukan berarti calon pembeli dapat mengabaikan pemeriksaan.
Kondisi kendaraan tetap perlu dinilai secara menyeluruh agar penawaran yang diajukan sepadan dengan keadaan unit yang akan dibawa pulang.
Peluang menemukan mobil menarik dengan harga bersaing
Beragam kondisi kendaraan yang tersedia di balai lelang membuka peluang bagi pembeli untuk menemukan unit sesuai kebutuhan dan anggaran.
Bahkan terdapat kendaraan yang kondisinya masih sangat baik meskipun dipasarkan melalui mekanisme lelang.
Agus memberikan contoh unit mobil listrik BYD Sealion 7 yang pernah ditawarkan oleh balai lelangnya.
Kendaraan tersebut memiliki jarak tempuh yang masih rendah dan kondisi fisik yang terbilang mulus.
"Pernah ada BYD Sealion 7, kondisinya masih mulus, dilepas Rp 550 juta dengan kilometer baru 2.000 km," ucapnya.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan yang menarik tidak selalu hanya ditemukan di diler konvensional.
Namun harga dan kondisi setiap unit perlu dinilai berdasarkan informasi yang tersedia saat lelang berlangsung.
Dari pembeli pribadi menjadi penjual kembali
Pengalaman mengikuti lelang terkadang membuat pembeli yang semula hanya ingin menggunakan mobil untuk kebutuhan sendiri mempertimbangkan penjualan kembali.
Situasi ini dapat terjadi ketika kendaraan sudah dirapikan dan orang di sekitar pembeli menunjukkan ketertarikan untuk memilikinya.
"Kadang dari yang asalnya pemakai, niat awal beli lelang buat dipakai sendiri.
Tapi begitu dibawa pulang dan dirapikan, ternyata ada saudara atau temannya yang berminat, akhirnya malah dijual lagi," kata Agus.
Ketertarikan dari calon pembeli lain dapat membuka peluang memperoleh selisih keuntungan.
Sebagian peserta perorangan kemudian tertarik kembali mengikuti lelang untuk mencari kendaraan lain.
"Lumayan juga masih ada untungnya. Ibaratnya kan besok bisa cari unit lagi ke balai lelang," ucap Agus.
Bagi masyarakat yang ingin membeli mobil bekas melalui balai lelang, ketelitian menjadi faktor penting.
Pemeriksaan kondisi fisik kendaraan dan kelengkapan dokumen perlu dilakukan sebelum penawaran diajukan agar pilihan yang diambil sesuai dengan kebutuhan pribadi.
