Pelatih Persib Bandung Igor Tolic membela pemain muda Kakang Rudianto dari kritik setelah timnya imbang 2-2 melawan Dewa United.
Laga pekan keempat Super League 2026-2027 itu berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2026).
Persib kemasukan dua gol pada babak pertama dan lini belakang menjadi sorotan, termasuk penampilan Kakang.
Tolic tetap memainkan Kakang selama 90 menit dan menegaskan tanggung jawab hasil pertandingan berada pada dirinya sebagai pelatih.
Ia meminta publik tidak menyalahkan pemain secara individu atas hasil tersebut.
Tolic Soroti Jadwal Padat dan Beban Kompetisi
Tolic menjelaskan skuadnya harus menjalani rangkaian pertandingan dengan waktu pemulihan kurang dari 72 jam.
Situasi itu terjadi setelah laga tandang kompetisi ASEAN Club Championship di Thailand.
Menurutnya, persoalan bukan sekadar lelah atau tidak lelah karena jadwal memang sudah demikian.
Ia menyebut liga yang membuat jadwal dan menempatkan tim di berbagai kompetisi.
Tolic menilai para pemain di ruang ganti tetap ingin tampil baik meski menghadapi tuntutan berbeda.
Ia membandingkan level pertandingan Liga Champions dan Shopee Cup yang harus dijalani timnya.
Menurut Tolic, Dewa United berada dalam kondisi berbeda karena hanya fokus pada satu kompetisi.
Ia menyebut Dewa United sebagai tim bagus yang tidak menghadapi jadwal antarkompetisi seperti Persib.
Tolic juga menyinggung fasilitas, bonus, gaji, dan pemain bagus yang dimiliki Dewa United.
Sementara itu, Persib harus membagi perhatian pada empat kompetisi yang diikuti.
Ia menegaskan kritik seharusnya diarahkan kepada pelatih, bukan kepada pemain secara personal.
Menurutnya, mengkritik Kakang atau pemain lain soal hal ini terasa tidak normal.
Tolic menyebut kritik bisa diarahkan soal taktik atau hal lain, tetapi bukan kepada Kakang.
Ia menambahkan sorotan serupa bisa saja dialami pemain lain seperti Marc Klok atau Mariano Peralta.
Tolic meminta seluruh elemen tim tetap bersatu meski ada kritik dari sebagian penonton.
Ia mengakui pendukung memiliki hak menyampaikan pendapat di stadion.
Menurutnya, sebagian besar suporter tetap bersama tim.
Ia menegaskan siapa pun yang ingin meneriakkan sesuatu boleh melakukannya karena telah membayar tiket.
Namun, Tolic menilai hal itu tidak menyenangkan bagi Kakang.