unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pembiayaan Emas Multifinance Dinilai Prospektif di Tengah Fluktuasi
News

Pembiayaan Emas Multifinance Dinilai Prospektif di Tengah Fluktuasi

Ilustrasi emas batangan sebagai instrumen investasi dan penyimpan nilai
Pembiayaan Emas Multifinance Dinilai Prospektif di Tengah Fluktuasi
A A Ukuran Teks16px

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pembiayaan emas oleh perusahaan multifinance masih memiliki ruang untuk tumbuh. Penilaian itu muncul di tengah harga emas yang berfluktuasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan hal tersebut dalam lembar jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner OJK pada Kamis (8/10/2026).

Menurut Agusman, prospek pembiayaan emas ditopang tingginya minat masyarakat terhadap logam mulia sebagai instrumen penyimpan nilai.

"Hal itu seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai salah satu instrumen penyimpan nilai," ujar Agusman.

Ia menekankan perusahaan multifinance perlu menyesuaikan produk dengan kebutuhan masyarakat. Kerja sama dengan mitra strategis juga dinilai penting.

Agusman mengingatkan penyaluran pembiayaan tetap harus memperhatikan prinsip kehati-hatian. Tujuannya menjaga kualitas pembiayaan.

CNAF Catat Penyaluran Rp 71 Miliar

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman sejalan dengan penilaian OJK. Ia menilai emas sebagai instrumen investasi yang mudah dicairkan mendukung permintaan pembiayaan.

"Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan emas masih memiliki potensi yang baik," ujar Ristiawan kepada Kontan.

Ristiawan menjelaskan permintaan pembiayaan emas turut dipengaruhi meningkatnya pemahaman masyarakat tentang manfaat emas dalam perencanaan keuangan. Kemudahan akses fasilitas pembiayaan juga menjadi faktor pendukung.

Hingga Agustus 2026, CNAF telah menyalurkan pembiayaan emas sebesar Rp 71 miliar. Produk tersebut mulai dikembangkan perusahaan pada 2026.

Untuk meningkatkan kinerja hingga akhir 2026, CNAF menyiapkan strategi pemasaran dengan mengoptimalkan penawaran kepada nasabah yang sudah ada.

Perusahaan juga memperluas segmen nasabah penggajian.

CNAF berupaya memperluas jangkauan pemasaran melalui kerja sama dengan perusahaan induk. Ristiawan menyebut sinergi itu bagian dari strategi menjangkau nasabah loyal lewat program rujukan.

"Ditambah, melakukan sinergi dengan induk usaha melalui program referral guna memperluas jangkauan pemasaran kepada nasabah loyal," ujar Ristiawan.

Di tingkat industri, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026.

Angka itu tumbuh 1,68 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat 5,4 persen secara tahunan.

Data itu menggambarkan perkembangan pembiayaan multifinance di tengah upaya perusahaan memperluas produk dan menjangkau kebutuhan konsumen.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru