Vitória de Guimarães akan menghadapi Benfica di Estádio da Luz pada pekan kedelapan Liga Portugal. Jelang laga itu, kenangan kemenangan tandang pada 14 April 2009 kembali mencuat.
Roberto, pencetak gol tunggal saat itu, menyebut momen tersebut sebagai kenangan istimewa. Mantan rekannya, Desmarets, menilai Vitória masih punya peluang mengulang hasil positif di markas Benfica.
Laporan A Bola yang diterbitkan pada 11 Oktober 2026 mencatat Vitória de Guimarães belum pernah menang di kandang Benfica dalam kompetisi liga sejak musim 2008/09.
Kemenangan terakhir terjadi pada 14 April 2009 dengan skor 1-0.
Dalam pertandingan itu, Roberto mencetak satu-satunya gol pada menit ke-66. Gol tersebut memastikan tim asal Guimarães membawa pulang tiga poin.
Gol Roberto dan Strategi Cajuda
Roberto, yang memperkuat Vitória de Guimarães pada 2008 hingga 2010, menilai gol itu memiliki arti besar.
Sebab, laga berlangsung sulit melawan tim yang diperkuat pemain ternama seperti Aimar, Luisão, dan David Luiz.
"Itu tidak terlupakan. Estádio da Luz penuh sesak.
Pertandingannya sangat sulit," ujar Roberto dalam wawancara dengan A Bola.
Gol tercipta melalui rangkaian serangan yang diawali perebutan bola oleh Flávio Meireles. Bola kemudian dioper kepada Marquinho, yang mengirim umpan tepat sebelum Roberto menyelesaikannya.
Roberto juga mengapresiasi pendekatan taktis pelatih Manuel Cajuda. Cajuda mengarahkan timnya untuk bertahan dengan disiplin dan menunggu kesempatan menyerang.
"Karena tingkat kesulitan pertandingan dan arti pentingnya, gol itu menjadi yang paling istimewa," ujar Roberto.
Roberto mengenang dukungan yang diterimanya ketika bergabung dari Varzim di Liga 2 Portugal.
Ia menyebut mantan presiden Vitória de Guimarães, Emílio Macedo da Silva, sebagai sosok yang memberikan kepercayaan.
Emílio Macedo da Silva meninggal pada Agustus 2026, menurut laporan yang menjadi sumber artikel.
"Saya sangat berterima kasih kepada mereka karena telah memilih dan memercayai saya.
Saya datang dari Varzim, dari Liga 2, dan tentu ada keraguan karena saya bergabung dengan salah satu klub besar sepak bola Portugal," ujar Roberto.
Setelah meninggalkan sepak bola profesional, Roberto mengakhiri karier bermainnya bersama Linhares di Brasil pada 2014.
Ia menyelesaikan pendidikan di bidang pendidikan jasmani dan kini mengajar sepak bola kepada anak-anak di Linhares, Espírito Santo, Brasil.
Pandangan Desmarets dan Persiapan Laga
Desmarets, yang memperkuat Vitória de Guimarães pada 2006 hingga 2010, juga bagian dari tim yang menang di Estádio da Luz pada 2009.
Mantan pemain asal Prancis yang kemudian membela tim nasional Haiti itu menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari persiapan taktik dan kesabaran menghadapi tekanan Benfica.
"Saya memiliki kenangan indah tentang Estádio da Luz dan kesulitan dalam pertandingan-pertandingan di sana.
Kami tahu akan menghadapi tim yang sangat kuat, dengan banyak pemain internasional dan bintang di negara masing-masing, serta dukungan suporter yang besar.
Namun, kemenangan 1-0 itu diraih melalui rencana permainan yang disusun dengan sangat baik," ujar Desmarets.
Menurut Desmarets, strategi Manuel Cajuda mengharuskan para pemain mempertahankan konsentrasi selama mungkin. Vitória mampu bertahan, memanfaatkan serangan balik, dan menunggu hingga kesempatan mencetak gol muncul.
"Pelatih Cajuda tahu bagaimana mengarahkan kami sepanjang pertandingan. Jika waktu terus berjalan tanpa kami kebobolan, peluang untuk membuat kejutan semakin besar.
Kami mampu bertahan cukup lama sambil melakukan serangan balik dengan kualitas yang baik. Setelah bertahan begitu lama, kami akhirnya mencetak gol yang sudah dirancang dengan matang melalui Roberto.
Itu membawa kami meraih kemenangan," ujar Desmarets.
Menjelang pertandingan berikutnya, Desmarets menyarankan Vitória bermain terorganisasi dan mengurangi kehilangan bola.
Ia juga menyinggung penampilan tim saat menghadapi Sporting di Alvalade, ketika para pemain menunjukkan peningkatan pada babak kedua.
"Vitória harus datang ke sana dan berusaha bermain seterorganisasi mungkin, serta tidak sering kehilangan bola. Di stadion seperti itu, kehilangan bola bisa langsung dihukum kapan saja.
Tim juga harus berusaha mencetak gol. Di Alvalade, mereka bermain sangat baik dan menunjukkan semangat berbeda pada babak kedua.
Saya berharap mereka bisa mengulanginya di Estádio da Luz dengan hasil yang berbeda. Dengan lambang Vitória di dada, segala kemungkinan terbuka," ujar Desmarets.
Desmarets juga menyatakan dirinya tetap mengikuti perkembangan klub dan menilai perubahan yang terjadi belakangan ini membutuhkan waktu agar tim kembali menemukan konsistensi.
Ia tetap percaya pada kemampuan skuad dan kepemimpinan presiden klub yang menurutnya memahami identitas Vitória de Guimarães.
"Saya mengikuti klub ini dengan saksama karena sangat menyukainya. Saya menonton pertandingan di Afonso Henriques dan memahami situasi terkini serta pentingnya menjaga ketenangan.
Banyak perubahan terjadi dan hal itu sedikit mengurangi konsistensi, tetapi skuad tetap kompetitif seperti biasanya. Akan ada waktu untuk menyatukan berbagai unsur dan memahami seluruh tradisi Vitória.
Saya memiliki keyakinan kepada presiden, seorang putra daerah yang memahami klub ini," ujar Desmarets.
Ia turut mengenang pertandingan pertamanya di Estádio da Luz, ketika Vitória bermain imbang 0-0 dalam laga terakhir Rui Costa.
Menurut Desmarets, besarnya dukungan penonton Benfica menjadi pengalaman yang membekas, tetapi tidak seharusnya membuat pemain Vitória gentar.
Dalam perkembangan menjelang pertandingan yang sama, laporan suaragarut.
id pada 11 Oktober 2026 menyebut Benfica tengah mempersiapkan sejumlah perubahan susunan pemain setelah kekalahan 1-3 dari FC Porto.
Marco Silva menginginkan kemenangan untuk memperbaiki posisi tim.
Sementara itu, pelatih Vitória de Guimarães, Tiago Margarido, memanfaatkan jeda pertandingan untuk meningkatkan efektivitas serangan dan mengevaluasi persaingan antarpemain.
Margarido menegaskan Vitória tetap menargetkan kemenangan tanpa memandang kekuatan lawan.
Upaya Vitória mengakhiri rentetan tanpa kemenangan di Estádio da Luz sejak musim 2008/09 menjadi latar pertemuan kali ini.
Roberto dan Desmarets berharap tim dapat mengulang hasil positif seperti pada 2009.
