Pengendara sepeda motor berkapasitas mesin besar atau moge perlu memahami teknik khusus sebelum digunakan di jalan raya. Hal ini disampaikan oleh Garage Hasdar Indra di WTC Mangga Dua.
Berbeda dengan sepeda motor harian, moge memiliki karakter handling yang membutuhkan penguasaan lebih mendalam.
Bobot kendaraan yang berat dan tenaga mesin yang besar menjadi tantangan bagi pengendara yang baru naik kelas.
Pemilik showroom moge bekas Garage Hasdar Indra mengingatkan agar pemula tidak mengabaikan edukasi keselamatan berkendara. Pelatihan coaching clinic dan safety riding dinilai penting sebelum menjelajah jalan umum.
Indra menjelaskan bahwa teori berkendara menjadi fondasi untuk mengontrol motor dengan bobot ratusan kilogram. Cara membawa moge memiliki perbedaan dibandingkan sepeda motor berkapasitas kecil.
"Pertama, harus belajar dulu coaching clinic dan ikut safety riding," ujar Indra saat ditemui Kompas. com di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026).
Menurut Indra, pemahaman dasar tersebut membantu pengendara menghadapi berbagai kondisi saat menggunakan motor besar. Penguasaan teknik diperlukan agar kendaraan dapat dikendalikan dengan aman.
"Selalu pelajari teorinya, karena cara membawa motor besar itu sangat beda dengan motor kecil," tutur Indra menjelaskan secara mendalam kepada awak media.
Teknik khusus saat bermanuver dan menangani kondisi darurat
Teknik yang perlu dipahami pengendara moge mencakup posisi tubuh ketika bermanuver, menjaga keseimbangan, serta memberikan respons tepat dalam situasi tidak terduga.
Salah satu contoh yang diberikan Indra berkaitan dengan posisi badan ketika melewati tanjakan atau melakukan putar balik. Setiap gerakan memiliki teknik tersendiri agar tetap aman.
"Misalnya posisi badan kita saat jalan menanjak, atau saat mau melakukan putar balik (U-turn), itu ada tekniknya semua," kata Indra memberikan contoh nyata.
Selain saat berkendara, pengendara juga perlu mengetahui cara menangani motor ketika terjatuh. Posisi tubuh dan tumpuan yang benar diperlukan untuk menghindari cedera.
Indra menjelaskan bahwa kesalahan saat mengangkat moge dapat memberi risiko pada otot dan sendi. Teknik mengangkat kendaraan harus dilakukan dengan cara yang tepat.
"Bahkan kalau motor jatuh, cara pegang dan cara angkatnya pun ada triknya, kalau asal angkat badan bisa ketarik dan cedera," jelas Indra.
Garage Hasdar Indra siapkan pelatihan komunitas
Untuk meningkatkan pemahaman keselamatan, Garage Hasdar Indra berencana mengadakan kegiatan edukasi bersama komunitas motor besar. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026.
Pelatihan coaching clinic dan safety riding itu akan menjadi wadah pembelajaran bagi anggota komunitas agar lebih memahami teknik berkendara saat melakukan aktivitas bersama.
"Rencananya tanggal 29 Oktober saya mau adakan acara bersama komunitas, semua komunitas motor besar akan kita undang," ucap Indra menyuarakan komitmen komunitasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pemilik moge mengenai cara membawa kendaraan dengan aman dan bertanggung jawab di jalan raya.
"Harapannya kita semua bisa semakin memperhatikan dan paham bagaimana teknik membawa moge yang aman," pungkas Indra menutup perbincangan mengenai keselamatan jalan raya.
Melalui pelatihan berkala, pengendara moge diharapkan mampu memahami karakter kendaraan, mengurangi risiko kecelakaan, serta menciptakan ketertiban saat berkendara di jalan raya.