Tim analis Bareksa merekomendasikan saham SGER, TOWR, dan PWON untuk strategi perdagangan jangka pendek pada 12 Oktober 2026.
Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (12/10/2026), IHSG ditutup naik 1,04 persen ke level 6.094 pada Jumat (9/10/2026).
Penguatan indeks disertai beli bersih investor asing Rp30 miliar.
Sektor industri naik 1,51 persen, infrastruktur 1,15 persen, serta transportasi dan logistik 1,08 persen.
AMMN, TLKM, dan BBRI menjadi penggerak utama IHSG.
Rekomendasi Teknikal SGER, TOWR, dan PWON
Untuk SGER, harga penutupan 9 Oktober 2026 berada di Rp775, naik 1,97 persen.
Saham ini mencapai level tertinggi 20 hari dengan volume transaksi 1,9 kali rata-rata 20 hari.
Analisis Bareksa menyebut SGER memiliki target harga Rp815 hingga Rp840, batas rugi Rp725, serta area beli Rp740 hingga Rp765.
Prioritas masuk untuk SGER berada di Rp740 hingga Rp745.
Saham TOWR ditutup pada Rp458 pada 9 Oktober 2026 setelah menguat 5,53 persen.
Bareksa mencatat TOWR naik 10,1 persen dalam lima hari dan berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari serta 50 hari.
Untuk TOWR, target harga ditetapkan Rp482 hingga Rp496, batas rugi Rp396, serta area beli Rp440 hingga Rp452.
Prioritas masuk untuk TOWR berada di Rp440 hingga Rp442.
Saham PWON ditutup di Rp268 setelah naik 0,75 persen dan menguat 4,69 persen dalam lima hari.
Volume perdagangan PWON mencapai 1,4 kali rata-rata 20 hari.
PWON memiliki target harga Rp282 hingga Rp290, batas rugi Rp246, serta area beli Rp256 hingga Rp264.
Prioritas masuk untuk PWON berada di Rp256 hingga Rp258.
Menurut Ciptadana Sekuritas Asia, IHSG masih berada dalam tren turun yang lebih besar.
Indeks bergerak di bawah rata-rata 55 hari sekitar 6.400 hingga 6.450 sebagai area hambatan.
Riset tersebut memperkirakan IHSG pada 12 Oktober 2026 bergerak dalam kisaran 5.995 hingga 6.216 dengan peluang penutupan lebih tinggi.
Area pembentukan dasar disebut berada di sekitar 5.970 hingga 6.000.
Dari sisi makro, Ciptadana mencatat defisit APBN hingga September 2026 melebar menjadi 1,24 persen terhadap PDB.
Proyeksi defisit 2026 diperkirakan mencapai 2,9 persen terhadap PDB.
Ciptadana juga mencatat ekspor minyak sawit Agustus meningkat 12,56 persen secara bulanan dan permintaan biodiesel meningkat.
Riset tersebut mempertahankan rekomendasi beli LSIP dengan target harga Rp2.170.
