PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 5,41 triliun hingga September 2026.
Pencapaian itu diraih di tengah proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance yang dipangkas OJK.
Perusahaan tetap menjaga strategi pembiayaan selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, risiko nasabah, dan pertumbuhan bisnis.
Proyeksi OJK dan Tantangan Industri
OJK sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance sebesar 6%-8% pada 2026.
Namun, proyeksi itu kemudian dipangkas menjadi 2%-4% pada akhir tahun.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menilai proyeksi tersebut mencerminkan ekspektasi yang mempertimbangkan kondisi dan tantangan industri pembiayaan saat ini.
Menurut Ristiawan, permintaan pembiayaan dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global, tekanan daya beli masyarakat, serta konsumen yang semakin selektif.
Ia menambahkan bahwa di tengah kondisi pasar yang dinamis, industri pembiayaan tetap memiliki ruang untuk bertumbuh melalui strategi bisnis yang adaptif dan pengelolaan risiko yang baik.
CNAF terus memperkuat penetrasi di berbagai segmen pembiayaan dan memperluas sinergi dengan mitra strategis.
Perusahaan juga menyempurnakan proses layanan untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi bagi nasabah.
Selain itu, CNAF menerapkan analisis risiko terukur dan pemantauan kualitas portofolio secara berkelanjutan.
Langkah ini untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan volume pembiayaan dan kualitas portofolio.