Sejumlah penonton konser Avenged Sevenfold (A7X) di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (10/10) melontarkan keluhan dan kritik kepada promotor Ravel Entertainment di media sosial.
Keluhan mencakup kualitas audio dan visual panggung yang dinilai buruk, perubahan layout dan rundown menjelang hari H, serta fasilitas penonton dan koordinasi panitia yang dinilai kurang baik.
Keluhan soal sound dan visual panggung
Salah satu pengguna Threads membandingkan pelaksanaan konser A7X pada 2024 dengan konser yang baru berlangsung akhir pekan kemarin.
Ia menyoroti rundown konser yang baru diumumkan pada hari H dan masih mengalami revisi, serta price list merchandise yang tidak diumumkan.
Menurutnya, kualitas sound konser tahun ini terlalu bergema dan sember jika dibandingkan dengan konser 2024.
Ia juga menilai visual panggung dan videotron konser tahun ini kurang variatif dibandingkan konser sebelumnya.
Keluhan serupa datang dari penonton lain yang menyebut audio dan LED screen sebagai masalah paling mengganggu.
Seorang penonton mengaku tidak memahami penampilan Isyana Sarasvati dan St. Loco karena suara dinilai pecah dan tidak jelas.
Perubahan layout dan fasilitas penonton
Salah satu penonton mengeluhkan perubahan tata letak atau posisi panggung dan memutuskan batal menonton akibat perubahan tersebut.
Perubahan itu merujuk pada layout panggung yang sebelumnya ditunjukkan promotor saat penjualan tiket, kemudian berubah setelah war tiket berlangsung.
Dalam unggahan penjualan tiket, Ravel Entertainment mencantumkan bahwa tata letak tempat duduk dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Denah lokasi disebut hanya sebagai acuan visual, sehingga ukuran dan konfigurasi sebenarnya dapat berbeda.
Pandangan penonton ke arah panggung juga disebut berpotensi terhalang sebagian oleh FOH (Front of House) atau struktur teknis lainnya.
Potensi terhalang itu dikeluhkan sejumlah penonton, terutama pemegang tiket kategori Festival B.
Kategori tersebut menjadi kategori kedua paling dekat dengan area panggung dan paling mahal dalam daftar kategori yang ditawarkan promotor senilai Rp1,85 juta.
Sejumlah penonton menyebut tenda dan penjaga menghalangi pandangan mereka di area Festival B.
Penonton lain mengeluhkan koordinasi panitia terkait aturan membawa air minum ke area tribun.
Mereka menyoroti konser yang berlangsung lebih dari empat jam tanpa penyediaan air gratis atau fasilitas isi ulang.
CNNIndonesia. com telah menghubungi pihak Ravel Entertainment untuk meminta tanggapan terkait keluhan penonton, tetapi belum mendapatkan tanggapan.
Di tengah berbagai keluhan tersebut, penampilan Avenged Sevenfold tetap mendapat apresiasi dari penonton.
Sejumlah penonton mengaku terhibur dan senang dapat menyaksikan band favorit mereka secara langsung.
Beberapa di antaranya menilai penampilan M. Shadows dan kawan-kawan di Indonesia sebagai salah satu yang terbaik dalam rangkaian tur mereka.
Avenged Sevenfold (A7X) kembali ke Indonesia dengan konser bertajuk The Spectacular Stadium Show Where The Bats Ascend.