unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pasar Mobil Hybrid Bekas Masih Terbatas, Innova Zenix Jadi Pilihan Utama
News

Pasar Mobil Hybrid Bekas Masih Terbatas, Innova Zenix Jadi Pilihan Utama

Toyota Kijang Innova Zenix hybrid terparkir di showroom mobil bekas
Pasar Mobil Hybrid Bekas Masih Terbatas, Innova Zenix Jadi Pilihan Utama
A A Ukuran Teks16px

Pasar mobil hybrid bekas di Indonesia mulai berkembang, tetapi jumlah unit yang tersedia belum menyamai mobil berbahan bakar bensin konvensional.

Kondisi ini membuat calon pembeli perlu menyesuaikan pilihan dengan ketersediaan kendaraan dan anggaran.

Pembelian mobil hybrid bekas tidak hanya mempertimbangkan harga.

Faktor usia kendaraan, riwayat perawatan, kondisi baterai, serta sistem hybrid menjadi bagian penting yang perlu diperiksa sebelum transaksi.

Salah satu model hybrid yang relatif mudah ditemukan di pasar mobil bekas adalah Toyota Kijang Innova Zenix.

Sementara itu, pilihan mobil hybrid dari merek China dan kendaraan berteknologi plug-in hybrid masih tergolong terbatas.

Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, menyebut Toyota Kijang Innova Zenix menjadi salah satu unit hybrid yang banyak beredar di pasar mobil bekas.

"Paling Innova Zenix. Kalau Zenix, jumlahnya banyak.

Mobil hybrid China belum banyak. Sejauh yang saya tahu, baru Chery (Tiggo Series).

Kalau PHEV, setahu saya juga belum banyak," kata Andi.

Selain jumlah kendaraan baru yang beredar, pola penggunaan pemilik juga memengaruhi ketersediaan mobil hybrid bekas.

Kendaraan yang digunakan dalam waktu lama akan lebih jarang muncul di bursa mobil bekas.

Agustinus alias Agus Focus, pemilik showroom mobil bekas Focus Motor di Bursa Mobil Bekas Mangga Dua Square, menjelaskan bahwa karakter penggunaan kendaraan dapat memengaruhi perputaran unit di pasar.

"Kebanyakan mobil-mobil kecil itu dipakainya agak lama, dan bukan kayak Innova (Zenix Hybrid). Kalau kayak Innova itu kan kelasnya menengah ke atas biasanya," kata Agus.

Menurut Agus, kendaraan kelas menengah ke atas lebih sering berganti pemilik dalam waktu singkat.

Sementara itu, kendaraan seperti Veloz Hybrid dinilai belum banyak tersedia karena pola kepemilikan yang berbeda.

"Kalau kelas menengah ke atas itu banyak orang yang cuma pakai sebentar. Mungkin Veloz Hybrid banyak seperti corporate yang banyak yang ngambil.

Jadi yang agak lama saya kira di pasaran," ujar Agus.

Ketersediaan mobil hybrid bekas juga dipengaruhi oleh waktu pemilik melepas kendaraan.

Artinya, jumlah unit di pasar tidak hanya bergantung pada penjualan mobil baru, tetapi juga siklus kepemilikan kendaraan.

Di sisi harga, mobil hybrid dengan usia pakai yang masih muda cenderung belum mengalami penurunan nilai sebesar mobil konvensional yang lebih lama digunakan.

Hal ini membuat sebagian unit bekas masih memiliki harga yang mendekati kendaraan baru.

Rama, pedagang mobil bekas Rama Dagang Mobil di Rempoa, Tangerang Selatan, mengatakan stok mobil hybrid bekas saat ini masih terbatas.

Menurut dia, unit yang paling muda masih tahun 2023 dan harganya masih mendekati mobil baru.

"Untuk mobil hybrid bekas saat ini belum banyak. Unit yang paling muda masih tahun 2023 dan harganya masih mendekati mobil baru," kata Rama.

Menurut Rama, keputusan konsumen dalam memilih mobil hybrid atau kendaraan bensin maupun solar biasa dapat berbeda.

Sebagian pembeli dengan anggaran lebih besar dapat memilih unit baru, sedangkan pembeli lain lebih memprioritaskan fungsi kendaraan sebagai alat transportasi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru