unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Rotasi 88 Perwira Polri Dinilai Awal Pembenahan Tata Kelola
News

Rotasi 88 Perwira Polri Dinilai Awal Pembenahan Tata Kelola

Ilustrasi rotasi perwira Polri di Mabes Polri
Rotasi 88 Perwira Polri Dinilai Awal Pembenahan Tata Kelola
A A Ukuran Teks16px

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merotasi 88 perwira tinggi dan menengah pada awal kepemimpinannya. Mutasi itu mencakup 19 kepala kepolisian daerah.

Rotasi diterbitkan melalui surat telegram pada Jumat (2/10), sehari setelah Suyudi dilantik sebagai Kapolri pada Kamis (1/10).

Pergantian pejabat disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan regenerasi kepemimpinan.

Sorotan Said Abdullah

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai rotasi itu menjadi awal pembentukan tim kerja. Menurutnya, tim tersebut harus menjawab agenda pembenahan tata kelola, struktur organisasi, dan budaya kerja kepolisian.

"Sebab masih setumpuk agenda menanti, mulai dari pembenahan tata kelola, struktural, dan kultural, yang kalau diterjemahkan menjadi program aksi mungkin akan berjilid-jilid naskah," ujar Said Abdullah.

Said juga menyoroti kebutuhan perbaikan layanan hukum agar perubahan organisasi dapat dirasakan masyarakat.

Ia mengaitkannya dengan komitmen Suyudi mengenai kepastian penanganan perkara, integritas penyidik, dan keterbukaan informasi bagi pelapor.

"Tugas ini tidak semudah membalik tangan, sudah menjadi rahasia umum pelayanan penegakan hukum dari kepolisian adalah sebuah kemewahan bagi rakyat kebanyakan.

Karena itu, timbullah pernyataan no viral no justice," ujar Said Abdullah.

Menurut Said, pergantian pejabat membuka ruang bagi perwira lebih muda untuk mengisi posisi strategis.

Ia menyebut perubahan kepemimpinan harus disertai peningkatan kualitas pelayanan dan penggunaan kewenangan yang bertanggung jawab.

"Agenda ini bisa dimulai dari keteladanan sikap dari para pemimpin polisi, termasuk dari Jenderal Suyudi sendiri, dapat membangun role model kepemimpinan bersama para pejabat utama Mabes Polri," ujar Said Abdullah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi tersebut merupakan penyesuaian organisasi terhadap kebutuhan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan setelah pelantikan sejumlah pejabat utama dan kapolda di Mabes Polri.

"Percepatan-percepatan dalam dinamika ini sangat dibutuhkan dalam beradaptasi untuk dinamika organisasi," ujar Trunoyudo Wisnu Andiko.

Selain rotasi jabatan, perhatian terhadap kepemimpinan Suyudi juga muncul setelah ia menyampaikan pesan tentang tanggung jawab jabatan dan kedekatan polisi dengan masyarakat.

Sejumlah pihak menilai perubahan harus terlihat melalui pelayanan publik dan penegakan hukum.

"Seperti kata beliau di DPR, menjadi kepala kepolisian bukanlah puncak karier, melainkan puncak tanggung jawab," ujar Said Abdullah.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru