unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Sega AI Crazy Taxi World Tour Tak Sentuh Hasil Akhir Gim
Hiburan

Sega AI Crazy Taxi World Tour Tak Sentuh Hasil Akhir Gim

Ilustrasi gim Crazy Taxi: World Tour dari Sega yang menggunakan AI untuk ideation latar belakang
A A Ukuran Teks16px

Sega memberikan klarifikasi resmi soal batasan penggunaan kecerdasan buatan dalam pembuatan gim. Informasi ini diungkap melalui platform Steam untuk Crazy Taxi: World Tour.

Pengembang asal Jepang itu mengonfirmasi AI generatif sempat dipakai pada tahap awal pencarian ide objek latar belakang.

Namun, tidak ada konten buatan AI yang langsung dimasukkan ke produk akhir.

AI Hanya untuk Ideation, Hasil Akhir Tetap Manual

Dalam penjelasannya, Sega menyebut AI generatif hanya berperan dalam tahap ideation atau penggalian ide konsep visual untuk elemen dekoratif di latar belakang arena permainan.

Penggunaan ini berfungsi sebagai papan inspirasi digital untuk mempercepat kerja perancang visual dalam mengimajinasikan suasana kota.

Setelah ide dasar terbentuk, seluruh pemodelan 3D, tekstur, tata cahaya, hingga penyelesaian akhir objek dikerjakan sepenuhnya secara manual oleh tim seniman internal studio.

Pola kerja ini menunjukkan teknologi digunakan sebatas alat bantu efisiensi, bukan pengganti tenaga kreatif utama.

Eksekutif Sega, Tsuyoshi Saito, menyampaikan perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat terkait integrasi teknologi baru ini.

Sega telah membentuk komite khusus bernama Generative AI Committee yang bertugas merancang panduan internal dan memastikan kepatuhan hukum di setiap wilayah operasional.

Komite ini rutin menyusun dan memperbarui dokumen pedoman kerja yang melibatkan tim legal serta hubungan masyarakat.

Kebijakan Sega membagi penggunaan AI menjadi dua ranah utama.

Ranah operasional dan bisnis memanfaatkan AI secara terbuka untuk meningkatkan efisiensi penerbitan, analisa data departemen korporat, serta formulasi ide bisnis.

Sementara ranah pengembangan gim, penggunaan AI diawasi sangat ketat dan dilarang keras mengambil alih aspek kreatif inti seperti desain karakter, penulisan cerita, serta mekanisme gameplay utama.

Langkah ini menyoroti bagaimana studio gim skala besar mulai beradaptasi dengan efisiensi teknologi tanpa mengorbankan peran utama kreator manusia.

Sega berupaya menarik garis tegas antara efisiensi operasional dengan pilar kreativitas utama dalam industri hiburan interaktif.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru