Persaingan laptop premium kembali memanas setelah Microsoft menghadirkan Surface Laptop Ultra untuk menantang Apple MacBook Pro 16 dengan chip M5 Pro.
Keduanya menyasar segmen pengguna berat seperti kreator profesional dan developer yang menuntut performa tinggi.
Sebuah jajak pendapat yang digelar kanal reviewer hardware Hardware Canucks di platform X mencoba memetakan pilihan pengguna di antara kedua perangkat tersebut.
Hasilnya memperlihatkan preferensi yang cukup jelas meski jumlah responden terbilang kecil.
Hasil Jajak Pendapat
Polling tersebut menanyakan pilihan antara Apple MacBook Pro 16 M5 Pro, Microsoft Surface Laptop Ultra, dan Lenovo Yoga Pro 7a yang harganya lebih miring.
Dengan total 489 suara, MacBook Pro 16 M5 Pro meraih 42,1% suara dan menempati posisi teratas.
Microsoft Surface Laptop Ultra menyusul di posisi kedua dengan 30,9% suara.
Sementara itu, Lenovo Yoga Pro 7a hanya memperoleh 27% suara.
Dominasi MacBook Pro 16 M5 Pro tidak sepenuhnya mengejutkan karena laptop ini mendapat rating 92% dalam review di berbagai media teknologi internasional.
Performa chip M5 Pro yang efisien, ekosistem macOS yang matang, dan kualitas build premium menjadi alasan kuat di balik pilihan tersebut.
Meski begitu, selisih suara antara MacBook Pro dan Surface Laptop Ultra terbilang tipis jika melihat banderol harga keduanya yang identik.
Perbandingan Spesifikasi dan Harga
Microsoft Surface Laptop Ultra ditenagai superchip Nvidia RTX Spark N1X yang menggabungkan CPU ARM-based Grace dengan grafis Nvidia Blackwell.
Konfigurasi dasarnya menawarkan RAM 24 GB dan penyimpanan SSD 1 TB dengan harga sekitar Rp53,1 jutaan ($2,999).
Apple MacBook Pro 16 dengan chip M5 Pro hadir dengan konfigurasi identik, yakni RAM 24 GB dan penyimpanan 1 TB, pada harga yang sama persis sekitar Rp53,1 jutaan ($2,999).
Persamaan harga ini membuat perbandingan keduanya sangat relevan bagi calon pembeli yang memiliki anggaran ketat di kelas premium.
Yang menarik, Lenovo Yoga Pro 7a yang dibanderol sekitar Rp40,7 jutaan ($2,299) justru kalah populer dalam polling tersebut.
Padahal, laptop ini memiliki layar 3K OLED, RAM 32 GB, dan prosesor AMD Ryzen AI Max 388.
Ini menunjukkan bahwa harga yang lebih murah tidak selalu menjadi faktor penentu utama ketika berhadapan dengan brand premium seperti Apple dan Microsoft.