Kampanye smart ring bernama Nova Ring di Kickstarter menarik perhatian dengan janji fitur kesehatan yang sangat lengkap.
Cincin ini diklaim memiliki bodi titanium, berat di bawah 4 gram, dan tahan air 5 ATM.
Fitur yang dijanjikan mencakup pemantauan detak jantung, oksigen darah, suhu tubuh, siklus tidur, hingga tingkat stres.
Target pendanaan minimumnya dibanderol mulai USD 11.200.
Klaim Fitur yang Terlalu Ambisius
Salah satu kejanggalan yang menonjol adalah klaim fitur yang terlalu muluk.
Nova Ring disebut mampu menyediakan data tekanan darah hingga gula darah, meski belum dijamin.
Padahal, raksasa teknologi seperti Samsung dan Oura saja belum berhasil merangkum semua sensor tersebut dalam bentuk cincin mungil.
Target pendanaan sebesar Rp198 ribuan ($11,2) juga terkesan murah untuk produk dengan klaim seperti itu.
Lebih mengkhawatirkan lagi, semua materi pemasaran dalam kampanye ini tampak dibuat oleh AI.
Hanya ada satu video berdurasi sembilan detik yang memperlihatkan cincin sembarang dipegang ke kamera.
Selebihnya, hanya gambar dan teks generik tanpa prototipe nyata yang bisa diuji.
Risiko White-Label dan Pola Proyek Gagal
Kekhawatiran terbesar adalah Nova Ring kemungkinan besar hanya produk rebranding dari smart ring murah.
Cincin white-label semacam itu bisa didapatkan dengan harga Rp531 ribuan hingga Rp885 ribuan ($30 hingga $50).
Dengan menambahkan aplikasi buatan AI yang kerjanya pas-pasan, lalu menjualnya kembali seharga Rp2,8 jutaan ($160), margin keuntungannya sangat menggoda.
Nama Nova sendiri sudah sering muncul dalam proyek gagal sebelumnya.
Polanya selalu sama: klaim fitur bombastis, desain cantik, tapi kenyataannya hanya barang impor berkualitas rendah.
Jika nekat menjadi backer, bersiaplah menerima cincin yang tidak sesuai janji, atau bahkan tidak ada sama sekali saat proyek gagal.