unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Korean Dream Festival 2026 Bawa Pesan Unifikasi Lewat Musik di Hangang
Lifestyle

Korean Dream Festival 2026 Bawa Pesan Unifikasi Lewat Musik di Hangang

Suasana Korean Dream Hangang Festival 2026 di Ttukseom Hangang Park, Seoul
Korean Dream Festival 2026 Bawa Pesan Unifikasi Lewat Musik di Hangang
A A Ukuran Teks16px

Korean Dream Hangang Festival 2026 kembali menyuarakan pesan unifikasi Korea di tepi Sungai Han pada peringatan National Foundation Day.

Acara berlangsung di Ttukseom Hangang Park, Seoul, pada 3 Oktober dengan tema “From one beginning to one future”.

Festival ini diselenggarakan oleh panitia Korean Dream Hangang Festival dengan dukungan Seoul Metropolitan Government.

Penyelenggara menyebut perayaan tahun ini dirancang untuk merenungkan asal-usul dan masa depan bangsa Korea.

Mereka mengangkat prinsip tradisional “Hongik Ingan” yang secara luas dimaknai sebagai “memberi manfaat bagi seluruh umat manusia”.

Pendekatan yang dipilih menempatkan unifikasi sebagai isu budaya dan partisipasi publik, bukan semata diskusi politik.

Konser crossover dan partisipasi warga

Tahun ini, partisipasi diperluas melalui konser crossover yang disusun sebagai perjalanan musikal empat bagian.

Alurnya menelusuri asal-usul bangsa Korea, luka perang dan perpecahan, aspirasi perdamaian, hingga harapan unifikasi.

Program itu dirancang memakai lagu-lagu akrab dan simbol budaya untuk menghubungkan lintas generasi.

Seoul Grand Philharmonic Orchestra di bawah konduktor Seo Hoon menjadi penopang konser.

Mereka bergabung dengan soprano Kim Soon-young, tenor Ahn Se-kwon, penyanyi defektor Korea Utara Jeon Hyang-jin, serta sejumlah grup vokal dan paduan suara.

Repertoar mengikuti alur naratif festival, dari warisan nasional bersama hingga lagu tentang perang, perpisahan, dan perpecahan.

Beberapa di antaranya “Imjin River”, “Spring in My Hometown”, dan musik dari film “Tae Guk Gi: The Brotherhood of War”.

Program kemudian beralih ke tema perdamaian dan rekonsiliasi lewat “Nella Fantasia”, “Evergreen”, dan “Arirang Alone”.

Konser memuncak dalam singalong massal “My Country, My People” dan “Our Wish Is Unification”.

Lirik ditampilkan di layar besar untuk mendorong penonton ikut bernyanyi.

Rangkaian acara juga menampilkan pidato kunci Hyunjin Preston Moon, chairman Global Peace Foundation.

Ada pula penampilan paduan suara keluarga terpisah, ansambel ocarina, dan taekwondo flash mob.

Malam ditutup dengan kembang api berdurasi 10 menit bertajuk “Light of Unification” di atas Sungai Han.

Penyelenggara berharap festival mendekatkan gagasan unifikasi kepada publik melalui musik, memori sejarah bersama, dan partisipasi warga.

Dengan begitu, unifikasi dipresentasikan bukan sekadar isu politik, melainkan visi masa depan Korea yang bisa diikuti masyarakat biasa.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru