unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › CEO Perusahaan Sex Toy dan Marketer Konservatif Berseteru di 'Make Me Tingle
Hiburan

CEO Perusahaan Sex Toy dan Marketer Konservatif Berseteru di 'Make Me Tingle

Aktor Nam Ji-hyun dan Kim Jae-young dalam konferensi pers drama Make Me Tingle
CEO Perusahaan Sex Toy dan Marketer Konservatif Berseteru di 'Make Me Tingle
A A Ukuran Teks16px

Drama orisinal terbaru Tving berjudul "Make Me Tingle" akan menampilkan pertemuan tak biasa antara seorang CEO perusahaan sex toy dan seorang marketer yang dibesarkan dengan nilai-nilai tradisional yang ketat.

Kisah ini dibungkus sebagai komedi romantis yang menyoroti pertumbuhan dua tokoh dengan pandangan berlawanan soal intimasi.

Nam Ji-hyun memerankan Gong Yeon-su, anak sulung dari keluarga head family Korea yang sangat tradisional.

Meski tumbuh konservatif, Yeon-su bekerja sebagai marketer periklanan yang tajam dan mengikuti tren.

Kim Jae-young berperan sebagai Dokgo Dal, CEO startup mainan dewasa yang menghargai koneksi emosional sekaligus ketertarikan fisik.

Pendekatan Sutradara agar Tidak Terkesan Sensasional

Sutradara Kim Ye-ji menekankan pentingnya kontrol tone dalam menggarap tema mainan dewasa.

Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Stanford Hotel Seoul, Mapo District, Rabu.

"Meski mainan seks kini makin mainstream, kami sengaja tidak berusaha terlalu keras terlihat 'keren'," ujar Kim.

Ia menjelaskan produk tersebut hanya dijadikan latar untuk menyoroti bagaimana kedua tokoh utama berselisih, terhubung, dan jatuh cinta.

Menurut Kim, mendorong kesan 'keren' yang berlebihan bisa membuat penonton menjauh, sehingga tone sengaja dijaga tetap membumi.

Nam Ji-hyun menegaskan latar startup sex toy hanyalah backdrop bagi rom-com yang hangat dan mudah dipahami.

Dalam cerita, kehidupan profesional Yeon-su menemui hambatan ketika Dal menjadi klien terbaru agensinya.

Nilai pribadi mereka bertolak belakang, dan lini produk itu sama sekali asing bagi Yeon-su.

Dal di sisi lain kesulitan bekerja dengan marketer yang kurang memahami produknya.

"Yeon-su tumbuh dikelilingi cinta, yang memberinya keyakinan kuat soal hubungan," kata Nam tentang karakternya.

Sebagai 'gadis Konfusian' dari keluarga tradisional, ia diam-diam khawatir perspektifnya terlalu terlindungi.

Nam menambahkan, Yeon-su terus berusaha keluar dari cangkangnya dan berkembang menjadi versi dirinya yang lebih baik.

"Bertemu Dokgo Dal memaksanya memikirkan ulang semua yang ia pikir diketahuinya tentang cinta," ujar Nam.

Ia menilai perjalanan Yeon-su terasa nyata, dan ia sangat terhubung dengan tekad karakter itu untuk tumbuh melalui kesalahan.

Debat Soal Cinta dan Pergeseran Perspektif

Saat keduanya mencoba menyelaraskan strategi pemasaran, pandangan mereka soal romansa terus berbenturan.

Namun ketika masing-masing masuk ke dunia satu sama lain, perspektif mereka perlahan mulai bergeser.

Melepas gagasan kaku tentang cinta dan menembus prasangka pribadi menjadi inti cerita.

Kim Jae-young mengaku awalnya terkejut dengan premis tersebut, tetapi naskahnya cepat memikatnya.

"Meski produk dewasa jadi latar, cerita ini juga menyoroti betapa tulus dan perlunya produk itu bagi sebagian orang," ujarnya.

Ia mengaku sempat terkejut dengan pekerjaan tokohnya, tetapi setelah membaca naskah menyadari acara ini bukan soal itu.

Menurut Kim, ini rom-com bertempo cepat, dan ketertarikan dua orang yang sangat berlawanan membuatnya langsung ingin bergabung.

"Saya pribadi lambat soal cinta, sedangkan Dokgo Dal berani dan pantang menyerah," kata Kim.

Ia sempat khawatir cara bicara Dal yang blak-blakan terdengar menyakitkan, tetapi memerankan tokoh itu terasa membebaskan.

Kim juga menyebut sutradara berupaya keras membuat Dal terasa seksi, dan berharap penonton merasakan karismanya.

Salah satu sorotan utama acara ini adalah debat intens soal cinta antara kedua tokoh utama.

"Dari semua rom-com yang saya kerjakan, ini yang paling banyak membahas cinta dan paling keras berselisih," kata Nam.

Menurutnya, mereka tidak bertengkar karena tidak saling memahami, melainkan tarik-menarik untuk saling menjelaskan pandangan.

Nam menilai proses itu menyenangkan dan dialognya memberi banyak bahan pemikiran bagi penonton.

"Make Me Tingle" tayang perdana pada Kamis.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru