Sekitar 50 hingga 60 tenda beterbangan akibat terpaan angin kencang di Basecamp Gunung Sumbing via Garung, Wonosobo, Jawa Tengah, pada Selasa (13/10) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa itu terekam dalam video dan viral di media sosial. Tenda-tenda tersebut sedang dijemur setelah dicuci.
Pengelola basecamp bernama Gurace menyebut perlengkapan pendakian itu tidak dipasangi pasak saat dijemur di lapangan parkir.
Kondisi tersebut membuat tenda berbahan relatif ringan mudah terangkat ketika angin bertiup kencang.
Tenda Dijemur Tanpa Pasak di Lereng Gunung
Kejadian bermula ketika sejumlah tenda selesai dicuci di sungai sekitar basecamp.
Setelah itu, perlengkapan tersebut dibentangkan di lapangan parkir yang berada di lereng Gunung Sumbing agar kering sebelum digunakan kembali.
Ketika proses penjemuran berlangsung, para pengelola meninggalkan tenda untuk sarapan. Tidak lama kemudian, angin kencang datang dan menerbangkan puluhan tenda yang tergeletak di lapangan.
Dalam video yang beredar, sejumlah tenda terlihat melayang di atas lapangan hingga melewati ketinggian pepohonan.
Teriakan beberapa orang terdengar ketika kejadian berlangsung, sementara sebagian perlengkapan lainnya tampak jatuh setelah terbawa angin.
Rekaman tersebut juga memperlihatkan pusaran angin di sekitar lokasi. Kondisi itu membuat tenda-tenda yang sedang dijemur terangkat dan berpindah dari tempat semula.
Gurace mengonfirmasi bahwa jumlah tenda yang dijemur saat kejadian mencapai puluhan unit. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pengeringan perlengkapan setelah dicuci.
"Itu kurang lebih sekitar 50 sampai 60-an. Selasa pagi kurang lebih sekitar jam 10.00 WIB," kata Gurace.
Lapangan parkir di lereng gunung dipilih sebagai tempat menjemur perlengkapan tersebut. Setelah tenda selesai dicuci di sungai sekitar, pengelola membentangkannya di area itu untuk dikeringkan.
"Itu sehabis nyuci tenda kan dijemur di lapangan," tutur Gurace.
Situasi berubah ketika para pengelola meninggalkan area penjemuran untuk makan pagi. Hembusan angin yang datang secara tiba-tiba membuat seluruh tenda yang berada di lokasi terangkat dan beterbangan.
"Habis dijemur itu mereka ditinggal pada sarapan. Tiba-tiba angin datang.
Pada beterbangan semua dah itu," ucapnya.
Seluruh Tenda Ditemukan Kembali
Meski puluhan tenda terbawa angin, seluruh perlengkapan tersebut berhasil ditemukan kembali. Menurut Gurace, tenda-tenda itu jatuh tidak jauh dari lokasi awal penjemuran sehingga tidak ada yang hilang.
"Alhamdulillah nggak ada yang hilang. Soalnya turunnya nggak jauh dari situ," sebutnya.
Gurace menjelaskan bahwa tenda-tenda tersebut telah dilengkapi rangka, tetapi tidak dipasangi pasak ketika dijemur.
Bahan tenda yang dirancang tahan terhadap angin maupun hujan juga cenderung ringan, sehingga perlengkapan itu dapat terangkat ketika diterpa angin kencang.
"Itu tenda dikasih rangka cuma kan nggak dikasih pasak," tuturnya.
Menurut Gurace, angin kencang sebenarnya bukan hal yang asing di sekitar basecamp. Kejadian serupa disebutnya berlangsung sekitar satu hingga dua kali dalam setahun di kawasan tersebut.
Namun, peristiwa yang menyebabkan puluhan tenda terbang saat dijemur itu menjadi pengalaman pertama bagi pengelola.
Sebelumnya, angin kencang memang pernah terjadi, tetapi belum pernah membuat tenda-tenda yang sedang dikeringkan beterbangan seperti dalam kejadian tersebut.
"Kalau untuk tenda (beterbangan) sih baru pertama kali ini.
Cuman kan kalau angin kayak gitu hampir setiap tahun satu dua kali ada cuma di daerah situ doang," pungkasnya.