unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Intip BYD Atto 2, Hatchback Listrik dengan Blade Battery 2.0
News

Intip BYD Atto 2, Hatchback Listrik dengan Blade Battery 2.0

BYD Atto 2 mobil listrik hatchback dengan baterai generasi kedua
Intip BYD Atto 2, Hatchback Listrik dengan Blade Battery 2.0
A A Ukuran Teks16px

BYD menyiapkan Atto 2 untuk pasar Indonesia dengan baterai generasi kedua yang dipadukan teknologi Flash Charging.

Meski unitnya sudah diperkenalkan secara fisik, jadwal peluncuran dan harga resminya masih belum diumumkan.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyatakan peluncuran kendaraan tersebut menunggu kesiapan seluruh aspek produksi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/10/2026), Eagle menyampaikan bahwa Atto 2 akan diluncurkan dengan kesiapan dari pabrik.

Klaim Pengisian Daya Cepat

Baterai generasi kedua yang dipadukan Flash Charging diklaim memungkinkan pengisian daya dalam waktu singkat pada kondisi lingkungan normal.

Baterai diklaim dapat terisi dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit.

Untuk pengisian dari 10 persen sampai 97 persen, waktu yang disebutkan mencapai sembilan menit.

Kendati demikian, informasi mengenai konfigurasi baterai, jarak tempuh, dan spesifikasi lengkap untuk Indonesia belum tersedia.

Belum ada kepastian apakah versi domestik akan menggunakan konfigurasi yang sama dengan model yang dipasarkan di China.

Atto 2 merupakan mobil listrik bergaya hatchback dengan rancangan modern dan futuristik.

Model ini dikembangkan untuk menunjang mobilitas harian dengan mempertimbangkan kepraktisan dan efisiensi penggunaan.

Dibandingkan BYD Dolphin, karakter desain Atto 2 disebut lebih sporty.

Kendaraan ini menggunakan e-Platform 3.0, platform yang dikembangkan BYD secara khusus untuk mobil listrik.

Di China, model tersebut telah dipasarkan sejak akhir 2025 dengan dua pilihan jarak tempuh, yakni 301 kilometer dan 401 kilometer.

Varian 301 kilometer dijual seharga 96.800 yuan atau sekitar Rp 214,7 juta.

Sementara itu, versi 401 kilometer dibanderol 119.800 yuan atau sekitar Rp 265,8 juta.

Harga di China belum dapat dijadikan patokan pasti untuk pasar Indonesia.

BYD belum mengumumkan harga maupun spesifikasi final Atto 2 yang akan dijual di Tanah Air.

Kehadiran model baru ini berpotensi melengkapi pilihan kendaraan listrik BYD yang telah dipasarkan di Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan sudah menawarkan Atto 1 dan Atto 3 dengan rentang harga yang berbeda.

BYD Atto 1 dijual mulai Rp 199 juta, sedangkan Atto 3 dipasarkan dengan harga Rp 415 juta.

Adapun BYD M6 DM dibanderol mulai Rp 298 juta.

Apabila harga Atto 2 ditetapkan secara kompetitif, model tersebut berpotensi menempati posisi di antara Atto 1 dan Atto 3.

Namun, penentuan posisi produk di pasar domestik masih bergantung pada pengumuman resmi perusahaan.

Rencana pemasaran Atto 2 muncul ketika Atto 1 masih menunjukkan kinerja penjualan yang kuat di Indonesia.

Sepanjang 2025, model tersebut menjadi mobil listrik terlaris di Tanah Air dengan distribusi wholesales sebanyak 22.582 unit.

Atto 1 pertama kali diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 pada Juli.

Performa penjualannya berlanjut hingga September 2026, ketika model tersebut kembali mencatatkan distribusi tertinggi di pasar otomotif nasional.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Atto 1 pada September 2026 mencapai 4.840 unit.

Angka tersebut menempatkannya di posisi pertama dalam daftar kendaraan dengan distribusi tertinggi pada periode tersebut.

Toyota Avanza berada di urutan kedua dengan 3.872 unit, sedangkan Jaecoo J5 EV menempati posisi ketiga dengan 3.276 unit.

Dengan komposisi tersebut, dua dari tiga model teratas berdasarkan distribusi September merupakan mobil listrik.

Walaupun memimpin, distribusi Atto 1 mengalami penurunan 12,9 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatatkan 5.560 unit.

Pada periode yang sama, distribusi Toyota Avanza meningkat 12,5 persen sehingga jarak antara kedua model menyusut menjadi 968 unit.

Data tersebut memperlihatkan persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif Indonesia.

Dalam situasi itu, Atto 2 dapat memperluas pilihan kendaraan listrik BYD.

Kepastian peluncuran, harga, dan spesifikasi untuk konsumen Indonesia masih menunggu pengumuman perusahaan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru