PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) memperluas layanan pengiriman uang ke luar negeri melalui fitur Fast Remittance di aplikasi M2U ID.
Layanan ini merupakan hasil kerja sama dengan NIUM dan menawarkan proses transfer yang lebih cepat, nilai tukar kompetitif, serta biaya transparan.
Nasabah ritel menjadi sasaran awal pengembangan layanan tersebut.
Maybank Indonesia menetapkan biaya normal US$ 10 per transaksi, tetapi memberikan tarif khusus US$ 2,5 per transaksi hingga Desember 2026.
Pada tahap awal, Fast Remittance melayani pengiriman dana ke lima tujuan: kawasan Eropa, Britania Raya, Australia, Hong Kong, dan Singapura.
Setiap tujuan menggunakan mata uang yang telah ditentukan sesuai cakupan layanan.
Kawasan Eropa menggunakan euro (EUR), Britania Raya menggunakan pound sterling (GBP), Australia menggunakan dolar Australia (AUD), Hong Kong menggunakan dolar Hong Kong (HKD), dan Singapura menggunakan dolar Singapura (SGD).
Penentuan mata uang tersebut mempertimbangkan pola transaksi remitansi yang selama ini berlangsung di Maybank Indonesia serta perkiraan kebutuhan pada masa mendatang.
Bank juga memperhitungkan potensi transaksi lintas negara untuk keperluan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya.
Fokus Layanan dan Strategi Pengembangan
Direktur IT & Digital Maybank Indonesia Bambang Andri Irawan menjelaskan bahwa kolaborasi dengan NIUM merupakan bagian dari pengembangan layanan digital untuk menjawab kebutuhan nasabah yang aktivitas ekonominya semakin terhubung dengan negara lain.
Dalam konferensi pers Maybank Indonesia dan NIUM di Jakarta, Kamis (15/10/2026), Bambang menyampaikan, "Dengan Fast Remittance, kami ingin memberikan pengalaman transfer internasional yang efisien dalam satu genggaman."
Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia Bianto Surodjo menilai kemudahan transaksi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan layanan perbankan.
Kecepatan pemenuhan kebutuhan finansial nasabah juga menjadi alasan di balik kerja sama tersebut.
Bianto mengatakan, "Kami ingin nasabah lebih mudah dalam menyelesaikan kebutuhan finansialnya. Sekarang semua serba cepat, semuanya dalam hitungan menit bahkan detik.
Makanya kami rasa ini akan sangat membantu customer dalam memenuhi kebutuhannya."
Meski layanan pada tahap awal diarahkan kepada nasabah ritel, Maybank Indonesia tetap melihat peluang pengembangan untuk segmen institusi.
Dalam bisnis remitansi perusahaan, transaksi ritel masih mendominasi dari sisi volume, sedangkan nilai transaksi nasabah institusi tercatat lebih besar.
Kerja sama ini turut mengandalkan infrastruktur pembayaran dan jaringan global NIUM untuk menunjang pengiriman dana antarnegara melalui saluran digital Maybank Indonesia.
Executive Vice President Asia Pacific NIUM Yogesh Sangle menyatakan bahwa kolaborasi kedua perusahaan memanfaatkan jaringan dan infrastruktur pembayaran NIUM guna mendukung transaksi lintas negara melalui layanan digital Maybank Indonesia.
Selain memperluas pilihan transfer bagi nasabah, pengembangan Fast Remittance diarahkan untuk memperkuat bisnis transaction banking Maybank Indonesia.
Bambang menyebut inisiatif tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap strategi perusahaan ROAR30.
Kehadiran fitur transfer internasional ini menambah pilihan transaksi yang tersedia di aplikasi M2U ID.
Sebelumnya, aplikasi tersebut mencakup layanan transfer dana, pembayaran dan pembelian, QR Pay, serta pengisian saldo dompet digital.
M2U ID juga menyediakan layanan investasi dan pengelolaan kekayaan melalui 360° Digital Wealth.
Dengan tambahan Fast Remittance, Maybank Indonesia memperluas fungsi aplikasi untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah, termasuk transaksi yang melibatkan negara lain.
Ke depan, Maybank Indonesia berencana melanjutkan pengembangan layanan transaksi lintas negara dengan memanfaatkan teknologi, jaringan Maybank Group, serta kerja sama bersama mitra strategis.