Dougs, perusahaan teknologi akuntansi asal Lyon, Prancis, mengumumkan perolehan pendanaan 50 juta euro dari Expedition Growth Capital pada 15 Oktober 2026.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan otomatisasi pembukuan, memperluas layanan konsultasi bagi pelaku usaha, serta mempersiapkan ekspansi di Prancis dan pasar internasional.
Pendanaan ini dua kali lipat dari investasi 25 juta euro yang diterima Dougs pada 2023 melalui putaran pendanaan sebelumnya bersama investor yang sama.
Perusahaan menargetkan pendapatan berulang tahunan sebesar 100 juta euro dan jumlah pelanggan mencapai 100.000 dalam beberapa tahun mendatang.
Dougs mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 50% selama sepuluh tahun terakhir.
Perusahaan juga ingin menjadi firma akuntansi terbesar di Prancis dengan menggabungkan teknologi otomatisasi dan keahlian profesional dalam pengelolaan keuangan bisnis.
Otomatisasi dan AI dalam Layanan Akuntansi
Patrick Maurice, salah satu pendiri sekaligus CEO Dougs, menyatakan bahwa otomatisasi telah menjadi bagian dari visi perusahaan sejak awal berdiri pada 2015.
"Sejak Dougs didirikan pada 2015, kami terus menyatakan dengan lantang bahwa suatu hari nanti semuanya akan terotomatisasi," ujar Patrick Maurice.
Menurut laporan Maddyness, Dougs mengandalkan sekitar 100 insinyur untuk mengembangkan sistem yang mampu mengotomatisasi semakin banyak pekerjaan akuntansi.
Seluruh proses tersebut tetap berada di bawah tanggung jawab profesional akuntan sesuai ketentuan yang berlaku.
Otomatisasi itu mendukung margin bruto perusahaan yang melampaui 80%, sedangkan margin bruto yang lazim di industri akuntansi secara umum berada di bawah 50%.
Selama satu dekade beroperasi, Dougs juga mengumpulkan data untuk mengembangkan perangkat kecerdasan buatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan akuntansi.
Maurice menjelaskan bahwa perusahaan ingin memperluas fungsi AI dari pengolahan angka menjadi alat bantu analisis keuangan yang lebih menyeluruh.
"Kami juga ingin AI tidak hanya melihat angka, tetapi juga menghubungkannya dengan data lain sehingga dapat menjadi semacam pelatih keuangan," ujar Patrick Maurice.
Menurut Maurice, pendekatan tersebut memungkinkan pengusaha mengelola bisnis dengan lebih baik melalui analisis gabungan data akuntansi, perpajakan, dan keuangan.
Perusahaan juga berupaya mengalihkan lebih banyak pekerjaan rutin kepada teknologi agar para akuntan dapat berfokus pada konsultasi bernilai tambah tinggi.
Rencana Waralaba dan Ekspansi Internasional
Mulai awal 2027, Dougs berencana membangun jaringan mitra lokal melalui sistem waralaba di berbagai wilayah Prancis.
Jaringan tersebut ditujukan untuk menyediakan pendampingan tatap muka bagi pengusaha sekaligus membantu mereka melakukan digitalisasi pengelolaan bisnis secara bertahap.
Maurice menilai pemanfaatan teknologi tidak harus mengurangi interaksi langsung dengan pelanggan.
Ia menyebut perusahaan berupaya menggunakan otomatisasi untuk menghadirkan layanan yang lebih manusiawi bagi para pelaku usaha.
"Yang kami coba lakukan adalah, secara paradoks, membuat layanan menjadi lebih manusiawi melalui teknologi," ujar Patrick Maurice.
Ekspansi tersebut menyasar industri akuntansi Prancis yang, menurut laporan Maddyness, masih menjalankan sekitar 95% layanan secara tatap muka.
Sementara itu, pasar teknologi akuntansi diperkirakan tumbuh sekitar 10–12% per tahun selama satu dekade mendatang.
Maurice menilai salah satu tantangan utama perluasan layanan digital adalah penerimaan psikologis pengguna.
Selain memperkuat bisnis di Prancis, Dougs merencanakan ekspansi internasional mulai 2028.
"Frank Sinatra pernah mengatakan tentang New York, 'Jika saya berhasil di sana, saya akan berhasil di mana saja'.
Saya akan mengatakan bahwa jika kami berhasil di Prancis, kami dapat melakukannya di seluruh dunia, mengingat rumitnya sistem akuntansi Prancis," ujar Patrick Maurice.
