unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Musim Dingin AS Diprediksi Lebih Basah dan Hangat, Salju Turun di Selatan
News

Musim Dingin AS Diprediksi Lebih Basah dan Hangat, Salju Turun di Selatan

Pemandangan musim dingin bersalju di Amerika Serikat
Musim Dingin AS Diprediksi Lebih Basah dan Hangat, Salju Turun di Selatan
A A Ukuran Teks16px

Musim dingin di Amerika Serikat diprediksi umumnya lebih basah dan hangat, tetapi tidak selalu lebih bersalju.

Hal ini disampaikan dalam prospek musiman resmi pemerintah federal dan prakiraan sejumlah meteorolog.

El Nino menjadi penyebab utama pergeseran pola cuaca ini. Fenomena tersebut diperkirakan membawa lebih banyak uap air sekaligus meningkatkan suhu udara.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyatakan kondisi itu dapat membantu mengakhiri kekeringan berkepanjangan di wilayah barat.

Namun, hal ini tidak akan menyenangkan para pencinta salju di wilayah utara.

Meskipun layanan cuaca tidak membuat prediksi salju musiman, para meteorolog menyebut sebagian besar wilayah utara AS, termasuk Northeast, Great Lakes, Upper Midwest, dan Northern Rockies, diperkirakan mengalami salju di bawah normal.

Sebaliknya, Southern Rockies serta sebagian wilayah tenggara dan barat daya justru berpotensi menerima salju lebih banyak dari biasanya.

Prediksi serupa juga dikeluarkan firma meteorologi swasta AccuWeather.

Mereka memperkirakan Salt Lake City menjadi satu-satunya wilayah metropolitan besar yang akan mengalami salju musim dingin di atas normal.

Sementara itu, Chicago, Boston, New York, dan Philadelphia diprediksi hanya mendapat sekitar setengah atau kurang dari salju musiman normal mereka.

Kepala cabang meteorolog National Weather Service, Jon Gottschalck, mengatakan fenomena polar vortex yang membawa udara Arktik dingin ke AS tidak akan terjadi sesering musim dingin biasanya.

Namun, ia menegaskan hal itu bukan berarti tidak akan terjadi sama sekali.

Direktur National Weather Service, Ken Graham, dalam konferensi pers yang menyajikan prospek musim dingin tiga bulan, mengingatkan bahwa El Nino dapat mendukung musim dingin yang lebih sejuk dari rata-rata di AS bagian utara.

Meski demikian, ia menekankan bahwa bukan berarti tidak akan ada salju atau badai salju. Risiko tersebut, kata Graham, tidak hilang sepenuhnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru