unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Berlaku sampai Minggu 07.00 WIB: Padang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, dan Nabire Paling Diwaspadai dalam Peringatan Dini BMKG 7–8 November 2026
News

Berlaku sampai Minggu 07.00 WIB: Padang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, dan Nabire Paling Diwaspadai dalam Peringatan Dini BMKG 7–8 November 2026

Berlaku sampai Minggu 07.00 WIB: Padang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, dan Nabire Paling Diwaspadai dalam Peringatan Dini BMKG 7–8 November 2026
Petir menyambar di atas kota pada malam hari. (Foto: Liputan6)
A A Ukuran Teks16px

Peringatan dini BMKG untuk periode Sabtu 7 November hingga Minggu 8 November 2026 pukul 07.00 WIB menempatkan lima kota besar dalam kewaspadaan tertinggi: Padang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, dan Nabire berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang singkat — singkat, tetapi intens, dengan risiko genangan, banjir, longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi.

24 Kota Hujan Ringan, 6 Kota Berawan

Hujan ringan yang cukup berkelanjutan diprakirakan turun di Banda Aceh, Medan, Jambi, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, DKI Jakarta, Bandung, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke — dengan catatan jalan licin dan potensi gangguan transportasi. Adapun Pekanbaru, Semarang, D.I. Yogyakarta, Denpasar, Kupang, dan Kendari diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Total ada 35 kota besar dalam prakiraan ini.

Laut Selatan Jawa Timur Bergelombang 2,5–4 Meter

Bagi warga Jawa Timur, peringatan yang paling relevan justru datang dari laut: gelombang 2,5–4 meter diprakirakan di Samudera Hindia selatan Jawa Timur, yang perlu diwaspadai pelaku transportasi laut. Sementara itu banjir rob diprakirakan menggenangi pesisir Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Maluku.

Kenapa Cuacanya Seperti Ini

Prakirawan BMKG Adelia menjelaskan potensi hujan lebat dua hari ini dipicu sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung, perairan utara Maluku, dan perairan timur Filipina yang memicu pembentukan awan hujan, diperkuat gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) di perairan selatan Indonesia serta gelombang Kelvin dan Rossby ekuatorial di selatan Indonesia.

Yang Diminta BMKG

Jangan abaikan peringatan dini ini: waspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan longsor, kenali tanda cuaca buruk, hindari ruas jalan rawan genangan saat hujan lebat, siapkan perlengkapan darurat dan amankan dokumen penting, perhatikan instalasi listrik saat banjir, tunda aktivitas luar ruang ketika petir dan angin kencang datang, dan pantau terus prakiraan serta peringatan dini BMKG — termasuk informasi cuaca maritim bagi masyarakat pesisir dan pelayaran. Rilis ini tidak mencantumkan curah hujan atau jadwal hujan per kota.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru