Di tengah lautan merah dan oranye Jakmania di Jakarta International Stadium, seorang suporter Persebaya tampil dengan jersey hijau kebanggaannya — dan justru merasa aman.
Ribuan suporter Persija Jakarta memadati Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, menjelang laga pekan kesembilan Super League 2026/2027 melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (7/11/2026). Di antara dominasi warna merah dan oranye, ada pemandangan yang berbeda: seorang suporter Persebaya mengenakan jersey hijau Bajul Ijo lengkap dengan syalnya.
Dia adalah Yuan, suporter Persebaya asal Jawa Timur yang kini menetap di Jakarta. Ia datang seorang diri dan sudah berada di kawasan JIS sejak pukul 17.00 WIB, sekitar dua jam sebelum pertandingan dimulai. Beberapa kali ia terlihat berjalan di sekitar area tribun, melewati stan makanan dan merchandise sambil menunggu rekan-rekannya.
Naik Kereta Dikelilingi Jakmania
Yang paling menarik dari kisah Yuan bukan sekadar keberaniannya datang dengan atribut lengkap Persebaya ke kandang Persija. Ia justru merasa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sejak perjalanan menuju stadion.
Yuan mengaku datang menggunakan kereta api dan berada di tengah perjalanan bersama banyak suporter Persija. Meski mengenakan jersey Persebaya, ia tidak merasa terancam. Sejumlah Jakmania justru memberikan bantuan dan menyambutnya dengan baik.
"Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Jakmania. Setelah beberapa tahun Bonek tidak bisa datang ke Jakarta, sekitar tiga tahun terakhir kami sangat bangga bisa kembali bersama Jakmania," ucapnya.
"Saya sendiri ke sini naik kereta dan dikelilingi Jakmania. Saya merasa aman meskipun sudah memakai jersey Persebaya. Ketika berada di sini juga banyak dibantu teman-teman Jakmania," lanjut Yuan.
Satu Poin Sudah Sangat Bagus
Sebelum pertandingan dimulai, Yuan menyadari Persebaya sedang menghadapi tantangan berat. Performa Bajul Ijo dalam beberapa pertandingan terakhir dinilainya belum menunjukkan konsistensi, sementara Persija sedang berada dalam tren positif. Laga ini pun ia pandang sebagai ujian penting bagi pelatih Bernardo Tavares.
Yuan memperkirakan Persebaya akan mendapatkan tekanan besar sepanjang pertandingan, terutama dengan dukungan penuh Jakmania di JIS. Karena itu ia tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi.
"Mungkin kalau untuk prestasi, bisa mendapatkan poin atau tidak, saya berharap dapat satu poin dari sini. Itu sudah sangat bagus. Yang penting bisa mencuri poin," katanya.
Rivalitas Cukup di Dalam Pertandingan
Bagi Yuan, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa rivalitas dalam sepak bola tidak harus berujung pada permusuhan di luar lapangan. Ia berharap hubungan baik seperti yang dirasakannya bersama Jakmania bisa menjadi contoh bagi kelompok suporter lainnya, termasuk Viking dan Aremania.
"Saya pribadi sangat berharap ke depannya tidak hanya Bonek dan Jakmania, tetapi juga suporter besar lainnya seperti Jakmania, Bonek, Viking, dan Aremania bisa memiliki rivalitas yang sehat," ungkapnya.
"Rivalitas sepak bola saja, jangan sampai ada nyawa lagi yang melayang. Contohnya seperti saya ini, meskipun Bonek, tetapi sangat aman di sini. Jadi, rivalitas cukup di dalam pertandingan saja," tegas Yuan.
