Persija Jakarta memberikan klarifikasi terkait laporan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengenai tunggakan kewajiban klub terhadap pemain. Manajemen Macan Kemayoran memastikan seluruh kewajiban yang tercantum dalam laporan itu telah diselesaikan.
Dalam rilis APPI tertanggal 6 November 2026, tercatat masih ada tujuh klub yang memiliki tunggakan terhadap 114 pemain. Total nilai kewajiban tersebut mencapai hampir Rp5 miliar. Data tersebut dihimpun APPI dari laporan yang diterima hingga tanggal rilis dan mencakup klub peserta kompetisi Super League, Championship, serta Liga Nusantara.
Dari tujuh klub yang masuk dalam daftar, dua di antaranya merupakan peserta Super League 2026/2027, yakni PSM Makassar dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut masing-masing tercatat memiliki kewajiban terhadap satu pemain.
Persija: Sudah Diselesaikan 6 November
Menanggapi laporan tersebut, manajemen Persija Jakarta langsung menyampaikan pernyataan resmi. Persija memastikan seluruh kewajiban yang tercantum dalam laporan APPI telah diselesaikan pada Jumat (6/11/2026), atau bertepatan dengan tanggal rilis asosiasi tersebut.
"Persija memastikan bahwa seluruh kewajiban yang tercatat dalam laporan tersebut telah diselesaikan pada hari yang sama (6/11/2026). Dengan demikian, tidak ada lagi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam laporan tersebut yang belum dituntaskan oleh Persija," demikian pernyataan resmi Persija, Sabtu (7/11/2026).
Bukan Tunggakan Gaji, Melainkan Bonus Penampilan
Manajemen Macan Kemayoran juga meluruskan bahwa kewajiban yang dimaksud bukan berupa tunggakan gaji pemain, melainkan bonus penampilan salah satu pemain.
Persija menegaskan pemenuhan hak pemain selalu menjadi salah satu prioritas utama dalam pengelolaan klub. Komitmen tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab manajemen untuk menciptakan lingkungan sepak bola profesional yang sehat.
Persija juga mengapresiasi perhatian APPI terhadap pemenuhan hak-hak pesepakbola profesional. "Manajemen berkomitmen terus menjaga tanggung jawab klub dalam setiap aspek pengelolaan, termasuk memastikan seluruh hak pemain terpenuhi," pungkasnya.