Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada Selasa dini hari, 3 November 2026. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 01.23 WIB itu sempat membuat warga kaget, meski sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di darat, sekitar 12 kilometer di sebelah utara Kota Padangsidimpuan. Episenternya terletak pada koordinat 1,47 Lintang Utara dan 99,24 Bujur Timur, dengan kedalaman yang tergolong dangkal, yakni 5 kilometer.
Gempa dangkal seperti ini umumnya lebih terasa di permukaan, terutama bagi warga yang berada di sekitar episenter. Sejumlah pemberitaan menyebutkan guncangan sempat memicu kepanikan singkat di dalam rumah, sebelum situasi kembali tenang.
Hingga berita ini disusun, otoritas pemantau kegempaan memastikan belum menerima laporan mengenai kerusakan fisik bangunan akibat gempa tersebut. BMKG juga mengingatkan bahwa informasi awal gempa mengutamakan kecepatan penyampaian, sehingga olahan datanya belum sepenuhnya stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data.
Di hari yang sama, BMKG Wilayah I Medan juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Sumatera Utara pada Selasa, 3 November 2026. Status yang sama berlaku untuk Aceh dan Jawa Barat, sementara 19 provinsi lainnya masuk kategori waspada.
Berdasarkan prospek cuaca mingguan BMKG Wilayah I Medan, Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat selama periode 2–9 November 2026, disertai potensi petir dan angin kencang berdurasi singkat. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Sibolga, dan Padangsidimpuan.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi Info BMKG, dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi. Bila merasakan guncangan susulan, segera menuju tempat yang aman dan jauhi bangunan yang retak atau berpotensi roboh.