Setelah berbulan-bulan kemarau, hujan akhirnya kembali menyapa Yogyakarta dan Mojokerto. Warganet menyambutnya dengan ungkapan khas Jawa, "Era Klebus Telah Kembali", sementara BMKG mengingatkan bahwa ini adalah tanda masa pancaroba yang perlu diwaspadai.
Ungkapan "klebus" dalam bahasa Jawa menggambarkan kondisi basah kuyup, seperti orang yang kehujanan sampai pakaian dan tubuhnya basah. Ungkapan itu ramai dipakai warganet di media sosial begitu hujan mulai turun di sejumlah daerah.
Hujan Sabtu Pagi di Yogyakarta
Di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, hujan terpantau turun pada Sabtu pagi, 24 Oktober 2026. Pengamatan di lapangan mencatat hujan mengguyur beberapa wilayah, mulai dari Giwangan di selatan hingga Umbulharjo, termasuk kawasan Balai Kota Yogyakarta, meski intensitasnya tidak terlalu tinggi.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta BMKG, Anang Ariane, menjelaskan hujan tersebut bertepatan dengan masa peralihan musim atau pancaroba. Ia mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa terjadi mendadak, termasuk potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat.
Mojokerto Lebih Dulu Merasakan
Fenomena serupa lebih dulu terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Hujan di sana sudah turun beberapa hari sebelumnya, dan momen-momen itu ramai dibagikan para pengguna TikTok hingga ungkapan era klebus makin menyebar.
Prakiraan Cuaca Minggu 25 Oktober 2026
Adapun prakiraan BMKG Juanda untuk Minggu, 25 Oktober 2026 menyebutkan tujuh wilayah Jawa Timur berpeluang diguyur hujan ringan, yakni Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Kota Batu. Surabaya, menurut prakiraan tersebut, tidak termasuk wilayah yang berpeluang hujan ringan, dengan suhu diperkirakan berkisar 29–35 derajat Celsius.
Wilayah lain di Jawa Timur umumnya diprakirakan berawan, sementara Pacitan dan Trenggalek diprakirakan berudara kabur. Suhu udara Jawa Timur secara keseluruhan diprakirakan berada di kisaran 16–36 derajat Celsius dengan angin dominan dari utara berkecepatan sekitar 5–28 kilometer per jam. Angka-angka ini merupakan prakiraan, sehingga kondisi di lapangan bisa saja berbeda.
