Kepergian Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto meninggalkan duka bagi keluarga besar yang ditinggalkannya, termasuk sang istri, Sri Murniati, dan ketiga anak mereka.
Widodo Adi Sutjipto wafat pada 24 Oktober 2026 dalam usia 82 tahun. Kabar berpulangnya mantan Panglima TNI itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Koarmada RI, @koarmada_ri.
Semasa hidupnya, Widodo didampingi Sri Murniati sebagai istri. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga anak, yakni Sari Murdowati, Doni Murdono, dan Dedi Murdadi.
Wafat karena Sakit, Rincian Tidak Diungkap Keluarga
Mengenai penyebab wafatnya, pihak keluarga hanya menyampaikan bahwa Widodo meninggal dunia karena sakit. Rincian mengenai penyakit yang diderita tidak diungkapkan lebih jauh kepada publik.
Widodo sendiri merupakan putra asli Boyolali, Jawa Tengah, bukan berasal dari Jawa Timur sebagaimana sempat dipertanyakan sebagian warganet. Ia menempuh pendidikan di SMAN 1 Surakarta, Solo, sebelum melanjutkan ke Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 13 dan lulus pada 1968.
Jejak Panjang dari AAL hingga Wantimpres
Karier militer Widodo terentang panjang. Ia pernah menjabat Pangarmabar, Asrena KSAL, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, hingga Kepala Staf Angkatan Laut pada 1998. Pada 1999 ia diangkat Presiden B.J. Habibie sebagai Wakil Panglima ABRI, lalu menjadi Panglima TNI pada 1999 hingga 2002 atas penunjukan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pengangkatannya kala itu menorehkan sejarah baru karena ia berasal dari matra laut.
Selepas dari militer, pengabdiannya berlanjut di pemerintahan. Widodo menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada 2004–2009, sempat merangkap Menteri Dalam Negeri ad interim pada April–Agustus 2007 menggantikan Muhammad Ma'ruf yang sakit, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada Oktober 2009. Ia kemudian duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2010–2014.
Kini, sang laksamana telah berpulang. Keluarga yang ditinggalkan, terutama Sri Murniati beserta Sari Murdowati, Doni Murdono, dan Dedi Murdadi, menjadi penerus kenangan atas pengabdian panjangnya bagi negeri.