Prakiraan cuaca menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari pada Jumat, 30 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kota besar Indonesia diguyur hujan ringan hingga sedang hari ini, dengan dua provinsi berstatus Siaga hujan lebat.
Prakirawan BMKG, Miftah, menyampaikan prakiraan tersebut melalui kanal YouTube BMKG. Secara umum, cuaca Indonesia pada periode 30 Oktober hingga 1 November 2026 didominasi hujan ringan, dengan potensi peningkatan intensitas secara lokal.
Berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem tiga harian BMKG, Aceh dan Sumatera Utara masuk kategori Siaga, yakni berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Jumat ini. Sementara itu, 21 provinsi lainnya berstatus Waspada hujan sedang hingga lebat.
Wilayah yang berstatus Waspada
Daftar provinsi Waspada meliputi Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Di Pulau Sumatra, hujan ringan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Pangkalpinang, dengan suhu udara 22 hingga 33 derajat Celsius. Warga Tanjungpinang dan Bengkulu perlu ekstra waspada karena berpotensi hujan disertai petir.
Prakiraan per kota besar
Di Pulau Jawa, hujan ringan diprakirakan mengguyur Jakarta, Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Bandung menjadi pengecualian dengan prakiraan hujan sedang dan suhu yang lebih sejuk, 20 hingga 27 derajat Celsius.
Denpasar dan Mataram juga berpotensi hujan ringan, begitu pula Tanjung Selor dan Palangkaraya di Kalimantan, sementara Pontianak diprakirakan berawan. Di Indonesia timur, hujan ringan diprakirakan terjadi di Ternate, Sorong, Ambon, Nabire, Merauke, dan Jayawijaya, sedangkan Manokwari berawan tebal dan Jayapura diselimuti udara kabur.
BMKG juga mengeluarkan peringatan banjir rob untuk wilayah Nusa Tenggara Barat hingga 2 November 2026. Karena prakiraan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer, masyarakat diimbau memeriksa kembali informasi resmi melalui laman BMKG dan aplikasi InfoBMKG sebelum bepergian atau beraktivitas di luar ruangan.