unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › XL Ultra 5G+ Merambah Solo dan Yogyakarta, Paket Mulai Rp50 Ribu
IPTEK

XL Ultra 5G+ Merambah Solo dan Yogyakarta, Paket Mulai Rp50 Ribu

Ilustrasi jaringan 5G XL yang diperluas ke Solo dan Yogyakarta
A A Ukuran Teks16px

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperluas layanan XL Ultra 5G+ ke Yogyakarta dan Solo pada Oktober 2026.

Perluasan ini sejalan dengan lonjakan performa jaringan 5G XL yang terukur naik hingga 263 persen dalam setahun.

Data Ookla Speedtest Intelligence mencatat median kecepatan unduh 5G XL melonjak dari 41,08 Mbps pada semester pertama 2025 menjadi 149,08 Mbps pada semester pertama 2026.

Angka itu menjadi salah satu indikator perkembangan jaringan 5G XL di tengah kebutuhan konektivitas digital yang makin beragam.

Pilihan Paket dan Manfaat Tambahan

Pelanggan di Yogyakarta dan Solo kini bisa memilih layanan sesuai kebutuhan, mulai dari paket prabayar berkuota besar hingga XL PRIORITAS Ultra 5G+ dengan kuota unlimited.

Paket tertentu juga dilengkapi akses hiburan digital, roaming internasional, teknologi kecerdasan buatan (AI), dan penyimpanan cloud.

Untuk pelanggan prabayar, paket Rp50 ribu dengan masa aktif tujuh hari menyediakan kuota utama 100GB plus tambahan kuota 5G 100GB.

Sementara paket Rp100 ribu untuk 28 hari memberikan kuota 65GB, dan layanan unlimited dibanderol Rp200 ribu.

Direktur & Chief Commercial Officer XLSMART, David Arcelus Oses, menyatakan kebutuhan internet pelanggan semakin beragam.

Karena itu, XL menghadirkan pilihan prabayar dan pascabayar agar pelanggan dapat menyesuaikan layanan dengan kebutuhan serta anggaran masing-masing.

"Kami memahami bahwa setiap pelanggan memiliki kebutuhan internet yang berbeda," kata David dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Menurut dia, Yogyakarta dan Solo menjadi dua kota penting bagi pengembangan layanan XL karena karakteristik aktivitas masyarakatnya beragam.

Yogyakarta memiliki ekosistem pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif, sedangkan Solo dikenal dengan aktivitas perdagangan, budaya, serta pertumbuhan UMKM.

Kondisi tersebut mendorong kebutuhan konektivitas untuk pembelajaran, pekerjaan, bisnis, hingga produksi konten digital.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru