Pengemudi dapat menekan konsumsi bahan bakar dengan menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil.
Rentang 60-80 km/jam untuk perjalanan harian dan 80-100 km/jam di jalan tol disebut membantu efisiensi bahan bakar.
Namun, angka kecepatan bukan satu-satunya penentu. Konsistensi laju dan gaya mengemudi yang halus turut berperan dalam menghemat BBM.
Pentingnya Konsistensi Kecepatan
Muchlis, pemilik bengkel spesialis Toyota Mitsubishi Garasi Auto Service Sukoharjo, menjelaskan bahwa pengemudi sebaiknya tidak hanya berfokus pada angka speedometer.
Menurutnya, menjaga kecepatan tetap stabil lebih penting daripada sekadar menentukan angka tertentu.
"Untuk penggunaan harian, sekitar 60-80 km/jam umumnya menjadi rentang yang cukup efisien, terutama saat melaju konstan di jalan datar," kata Muchlis kepada Kompas.
com.
Ia juga menekankan pentingnya menghindari akselerasi dan pengereman mendadak. Penggunaan gigi transmisi yang sesuai agar mesin tidak bekerja terlalu berat juga perlu diperhatikan.
Perubahan kecepatan yang terlalu sering dapat membuat konsumsi BBM meningkat meskipun kondisi mesin kendaraan baik.
Untuk perjalanan di jalan tol, Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor, menyarankan rentang kecepatan 80-100 km/jam.
"Usahakan berkendara dengan kecepatan stabil, idealnya di kisaran 80-100 km/jam, karena akselerasi dan pengereman yang terlalu sering membuat konsumsi BBM lebih boros," ucap Iwan.
Meski demikian, rentang tersebut bukan angka mutlak. Kondisi jalan, muatan kendaraan, keadaan mesin, dan kebiasaan pengemudi turut memengaruhi hasil konsumsi BBM.
Kecepatan berkendara perlu disesuaikan dengan situasi jalan. Pengemudi tidak disarankan mempertahankan laju tertentu apabila kondisi lalu lintas atau keadaan jalan mengharuskan kendaraan melambat.
Batas kecepatan yang berlaku juga harus menjadi acuan selama perjalanan. Rentang kecepatan yang berpotensi menghemat bahan bakar tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan ketentuan keselamatan berkendara.
Pola mengemudi yang halus dapat membantu mengurangi perubahan kecepatan yang tidak diperlukan.
Menghindari akselerasi berlebihan, pengereman mendadak, dan penggunaan gigi yang tidak sesuai merupakan bagian dari upaya menjaga efisiensi bahan bakar.
Dengan demikian, penghematan BBM tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat mobil melaju, tetapi juga oleh kemampuan pengemudi mempertahankan ritme perjalanan yang stabil.
Penyesuaian terhadap kondisi jalan, beban kendaraan, dan kemampuan mesin tetap diperlukan agar perjalanan berlangsung efisien, nyaman, dan aman.
