PT Shell Indonesia mengalihkan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia kepada PT Isla Energy Indonesia.
Transisi kepemilikan dan pengelolaan itu berlaku efektif pada 30 Oktober 2026, sementara merek Shell tetap digunakan.
Informasi tersebut disampaikan Shell kepada pelanggan melalui e-mail, dikutip Kamis (8/10/2026).
Pengalihan mencakup jaringan SPBU serta kegiatan pasokan dan distribusi BBM.
Merek Shell Tetap Dipakai
Shell menegaskan tetap memasok produk BBM dengan standar kualitas yang tidak berubah.
Perusahaan juga tetap memberikan lisensi merek sehingga penggunaan merek Shell tidak hilang setelah proses pengalihan selesai.
Shell sebelumnya mengumumkan pelepasan bisnis SPBU di Indonesia sejak Mei 2025.
Saat ini Shell mengoperasikan sekitar 200 SPBU di Indonesia dan lebih dari 160 SPBU dimiliki langsung oleh perusahaan.
Selain jaringan SPBU, Shell memiliki terminal BBM di Gresik, Jawa Timur.
Ketersediaan BBM di jaringan SPBU Shell masih terbatas hingga Oktober 2026.
Hanya V-Power Diesel yang tersedia, sedangkan Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ belum tersedia.
V-Power Diesel juga tidak tersedia di seluruh SPBU Shell dan paling banyak dijual di jaringan wilayah Jabodetabek.
Kondisi keterbatasan pasokan BBM telah berlangsung sejak awal 2026.
Shell Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai tata laksana yang berlaku.
Keterangan resmi itu disampaikan Shell Indonesia pada Kamis (29/1/2026).
Bisnis pelumas tidak termasuk dalam pengalihan bisnis SPBU.
Menurut perusahaan, Indonesia tetap menjadi pasar pertumbuhan utama untuk bisnis pelumas Shell.
Shell memiliki dan mengoperasikan pabrik pelumas berkapasitas 300 juta liter per tahun.
Perusahaan juga sedang membangun pabrik manufaktur gemuk di Marunda berkapasitas 12 kiloton per tahun.
Pada 2022, Shell mengakuisisi EcoOils yang memiliki dua fasilitas pengolahan di Indonesia.