unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Konsumsi Pertalite Melonjak, Pemerintah Kaji Tambahan Pasokan
News

Konsumsi Pertalite Melonjak, Pemerintah Kaji Tambahan Pasokan

Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak bersubsidi Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum
Konsumsi Pertalite Melonjak, Pemerintah Kaji Tambahan Pasokan
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah tengah mengkaji penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026. Langkah ini menyusul meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan perhitungan kebutuhan tambahan akan mempertimbangkan kenaikan konsumsi dan kemampuan anggaran negara.

"Pertalite nanti akan saya hitung kembali pada akhir bulan ini. Memang terjadi peningkatan dibandingkan dengan 2026.

Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota," ujar Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).

Ia menegaskan perencanaan tambahan pasokan harus memperhitungkan ketersediaan dana. Namun, pemerintah belum menyampaikan angka pasti kuota tambahan yang akan dialokasikan.

Peralihan Pengguna Pertamax Picu Kenaikan Konsumsi

Bahlil menjelaskan peralihan konsumen dari Pertamax beroktan 92 ke Pertalite beroktan 90 menjadi salah satu faktor meningkatnya kebutuhan BBM bersubsidi.

Data BPH Migas menunjukkan penyaluran Pertalite naik setelah harga Pertamax meningkat pada 10 Juni 2026.

Harga Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Sebelum kenaikan harga, rata-rata penyaluran Pertalite tercatat 75.795 kiloliter per hari.

Pada 10 Juni 2026, angka itu meningkat menjadi 82.760 kiloliter per hari, bertambah 6.965 kiloliter atau 9,19 persen.

Kenaikan berlanjut pada Juli 2026.

Rata-rata penyaluran Pertalite mencapai 85.589 kiloliter per hari, naik 9.794 kiloliter atau 12,92 persen dibandingkan rata-rata sebelum perubahan harga Pertamax.

Tren itu mulai berubah pada Agustus 2026.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan rata-rata penyaluran Pertalite pada bulan tersebut mencapai 84.368 kiloliter per hari, lebih rendah dibandingkan catatan Juli.

Dengan konsumsi yang masih berfluktuasi, keputusan soal besaran tambahan kuota Pertalite masih menunggu hasil penghitungan pemerintah pada akhir Oktober 2026.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru