Denza Indonesia memutuskan untuk mempertahankan desain eksterior D9 generasi sebelumnya pada model rakitan lokal. Langkah ini diambil meskipun versi terbaru kendaraan tersebut telah diperkenalkan di pasar global.
Pembaruan di Indonesia lebih difokuskan pada teknologi baterai, tenaga, jarak tempuh, dan kemampuan pengisian daya.
Model yang diproduksi secara lokal dengan metode completely knocked down (CKD) ini mendapatkan Blade Battery generasi kedua.
Strategi ini menunjukkan bahwa pembaruan produk di Indonesia tidak selalu mengikuti perubahan desain yang diterapkan pada model global.
Keputusan mempertahankan tampilan eksterior generasi sebelumnya didasarkan pada penilaian perusahaan terhadap penerimaan konsumen dan waktu peluncuran generasi terdahulu.
Head of Product PT BYD Motor Indonesia Bobby Bharata menjelaskan bahwa penyesuaian produk menjadi bagian penting dari strategi perusahaan.
Menurutnya, perubahan generasi perlu mempertimbangkan kebutuhan pasar Indonesia sebelum diterapkan pada kendaraan yang diproduksi secara lokal.
Dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Senin (12/10/2026), Bobby mengatakan, "Memang model-model yang kita keluarkan saat ini meskipun yang masuk ke dalam produksi lokal, kita masih mencoba untuk mempertahankan generasinya secara mobil-mobil eksterior desain.
Karena pada saat ini kita kita rasa desain itu masih cukup bisa diterima di masyarakat. Dan dan jarak waktunya juga belum terlalu jauh dari yang generasi yang lama."
Pendekatan tersebut membuat pembaruan D9 di Indonesia lebih diarahkan pada peningkatan teknologi dan kemampuan kendaraan.
Perusahaan belum menjadikan kehadiran model global terbaru sebagai penanda bahwa perubahan desain harus segera diterapkan di pasar domestik.
Peluncuran generasi terbaru masih dikaji
Hingga saat ini, Denza Indonesia belum menetapkan keputusan mengenai pemasaran D9 generasi terbaru di Tanah Air. Evaluasi terhadap kondisi pasar masih menjadi pertimbangan sebelum perusahaan menentukan langkah berikutnya.
Bobby menegaskan bahwa penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen perlu dilakukan terlebih dahulu. Ia menyampaikan, "Memang jadi kita punya strategi untuk bisa menyesuaikan marketnya dulu."
Ia juga menjelaskan bahwa penentuan model yang akan dipasarkan berkaitan dengan pengembangan bisnis dan perencanaan produk.
Menurut Bobby, "Itu bagian dari bisnis development di kami, di tim produk juga. Bahwa kita masih mencoba untuk mempelajari situasi market.
Kita belum putuskan apakah itu nanti akan masuk atau tidak, tinggal ditunggu saja."
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa peluang kehadiran D9 generasi terbaru di Indonesia masih terbuka. Namun, keputusan akhirnya tetap menunggu hasil kajian perusahaan terhadap situasi pasar.
Tenaga dan jarak tempuh meningkat
Di luar desain eksterior yang dipertahankan, New Denza D9 rakitan lokal membawa peningkatan pada sektor performa.
Kendaraan ini memiliki tenaga maksimum 340 kW atau setara 462 Ps (455 Tk), bertambah 110 kW dibandingkan model sebelumnya.
Kemampuan menjelajah juga meningkat.
Berdasarkan metode pengujian NEDC, jarak tempuh yang diklaim mencapai 730 kilometer, atau bertambah 130 kilometer dari versi terdahulu.
Peningkatan tersebut menjadi bagian utama dari pembaruan D9 di Indonesia.
Dengan demikian, perbedaan antara model sebelumnya dan versi rakitan lokal yang diperbarui tidak hanya terletak pada penggunaan baterai baru, tetapi juga pada tenaga maksimum serta jarak perjalanan yang diklaim.
Blade Battery generasi kedua dukung pengisian cepat
New Denza D9 menggunakan Blade Battery generasi kedua yang dipadukan dengan teknologi Flash Charging.
Sistem ini diklaim dapat mempercepat pengisian energi sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai menjadi lebih singkat.
Untuk pengisian dari 10 persen hingga 70 persen, waktu yang diklaim diperlukan hanya lima menit.
Sementara itu, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen disebut membutuhkan waktu sembilan menit.
Teknologi Flash Charging juga mulai diperkenalkan melalui jaringan diler Denza.
Sepanjang 2026, BYD mulai menghadirkan fasilitas tersebut di 10 diler Denza, dengan kemampuan pengisian baterai dari 10 persen hingga 90 persen dalam sembilan menit menurut klaim perusahaan.
Kehadiran teknologi tersebut melengkapi pembaruan D9 rakitan lokal tanpa mengharuskan perubahan langsung pada desain eksterior.
Denza Indonesia masih memprioritaskan penyesuaian produk terhadap pasar domestik, sementara keputusan membawa generasi global terbaru belum ditetapkan.
