SURABAYAINSIDE.COM — Nama Kwin Fo kembali menjadi sorotan publik menyusul padamnya listrik secara luas di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia adalah Direktur Utama PT PLN Batam, jabatan yang diembannya sejak Maret 2025 menggantikan M. Irwansyah Putra. Sebelumnya, ia sempat duduk sebagai Komisaris Independen perusahaan tersebut mulai Oktober 2024.
Latar belakang pendidikannya adalah Teknik Elektro dari Universitas Trisakti, Jakarta. Karier profesionalnya dimulai dari sektor swasta: ia pernah menjadi teknisi di PT Ekakarya Teknik Cikara pada 1998–1999, kemudian menjabat Operation Manager di PT Aneka Teknik Elektrindo yang berbasis di Batam. Di jajaran direksi saat ini, ia bekerja bersama M. Romy Andry, Raditya Surya Danu, dan Dinda Alamsyah.
Pada Agustus 2026, PLN Batam menandatangani empat kerja sama strategis yang mencakup bidang pendidikan, energi hijau, dan pengembangan sumber daya manusia.
Perhatian terhadap Kwin Fo memuncak setelah blackout besar 12 Oktober 2026. Sehari kemudian, Wali Kota Batam Amsakar Achmad melakukan koordinasi pemulihan pasokan listrik bersama Kwin Fo dan tim teknis PLN Batam.
Di tengah sorotan itu, muncul pula isu politik. Laporan pada April 2025 menyebut Kwin Fo sebagai adik dari Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam yang merupakan politisi Gerindra. Staf humas PLN Batam mengaku pernah mendengar kabar tersebut, namun tidak mengetahui latar belakang partai Kwin Fo. Hingga 15 Oktober 2026, tidak ditemukan bukti resmi yang menunjukkan ia kader atau anggota Partai Gerindra.
Terkait media sosial, tidak ditemukan akun Instagram pribadi miliknya yang terverifikasi hingga 15 Oktober 2026. Akun resmi perusahaan yang dapat diikuti adalah @ptplnbatam.