unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Pria Inisial Y yang Video Call dengan Ruben Onsu: Kronologi Versi Y dan Status Laporannya
Hiburan

Pria Inisial Y yang Video Call dengan Ruben Onsu: Kronologi Versi Y dan Status Laporannya

Pria Inisial Y yang Video Call dengan Ruben Onsu: Kronologi Versi Y dan Status Laporannya
Foto: utakatikotak.com (ilustrasi)
A A Ukuran Teks16px

SURABAYAINSIDE.COM — Sosok pria berinisial “Y” menjadi perbincangan hangat setelah Sarwendah mengunggah cuplikan video call antara Ruben Onsu dan pria tersebut ke Instagram pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Sehari kemudian, Ruben Onsu membuat dua laporan ke polisi, pada 11 Oktober 2026.

Versi kronologi dari pihak Y pun muncul ke publik. Menurut pengakuannya, perkenalan bermula di sebuah pesta ulang tahun teman. Y datang bersama kawannya, Artos, yang menjadi MC acara tersebut. Ruben disebut mengajak Y duduk dan mengobrol, kemudian asisten Ruben meminta nomor ponsel Y dengan alasan keperluan pekerjaan.

Komunikasi berlanjut lewat pesan singkat hingga video call. Dalam percakapan itu, Ruben disebut menanyakan pekerjaan Y dan menawarkan kemungkinan kolaborasi. Y menyampaikan kesaksiannya kepada wartawan di Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia mengklaim video yang beredar adalah asli dan tidak diedit — klaim yang tentu tidak menggantikan verifikasi teknis oleh pihak berwenang.

Di sisi lain, pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyatakan kliennya keberatan atas dugaan perekaman dan penyebaran video tanpa izin yang merugikan reputasi. Pihaknya juga mencurigai ada bagian video yang telah diedit.

Perlu dicatat, hingga 13 Oktober 2026 nama lengkap dan biodata terverifikasi dari Y belum diketahui publik, dan seluruh kronologi di atas bersumber dari pernyataan Y sendiri.

Dari sisi hukum, laporan yang dibuat mencakup dugaan akses ilegal terhadap data pribadi Betrand Peto serta dugaan pencemaran nama baik melalui penyebaran video. Polisi merekomendasikan penanganan oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, sebagaimana disampaikan AKBP Onkoseno pada 12 Oktober 2026. Penyelidikan masih berjalan, dan publik diminta menunggu hasil resmi dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru