unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Panduan Tes Kesehatan IPDN Tahap I 2026: Materi Pemeriksaan, Cara Hitung Kelulusan, dan Persiapan Peserta
News

Panduan Tes Kesehatan IPDN Tahap I 2026: Materi Pemeriksaan, Cara Hitung Kelulusan, dan Persiapan Peserta

Panduan Tes Kesehatan IPDN Tahap I 2026: Materi Pemeriksaan, Cara Hitung Kelulusan, dan Persiapan Peserta
Foto: Tribrata News Polri
A A Ukuran Teks16px

Tes Kesehatan Tahap I menjadi gerbang berikutnya bagi peserta Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN 2026. Digelar Sabtu, 17 Oktober 2026, tahapan ini menguji kondisi fisik dan kesehatan peserta secara menyeluruh — dan hasilnya ikut menentukan siapa yang lolos ke tahap berikutnya.

Bagi yang lolos dari SKD, verifikasi faktual dokumen tahap I, dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI), inilah panduan lengkapnya: jadwal, materi pemeriksaan, cara penghitungan kelulusan, hingga persiapan yang wajib dibawa.

Kapan Tes Kesehatan Tahap I Dilaksanakan

Tes Kesehatan Tahap I SPCP IPDN 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Hasilnya diumumkan dua hari kemudian, Senin, 19 Oktober 2026, sebelum peserta melaju ke tahapan berikutnya, yakni gladi jaringan serta Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran pada 21–22 Oktober 2026.

Acuan resmi tahapan ini adalah pedoman Tes Kesehatan SPCP IPDN 2026 beserta informasi dari akun Instagram @humasipdn.id. IPDN sendiri merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri; pendaftaran SPCP 2026 dibuka secara daring pada 18–30 Agustus 2026 melalui SSCASN.

Tiga Kelompok Materi Pemeriksaan

Pemeriksaan kesehatan dibagi ke dalam tiga kelompok besar:

1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik

Peserta menjalani wawancara riwayat kesehatan (anamnesis) dilanjutkan pemeriksaan fisik umum yang mencakup bidang bedah, penyakit dalam, paru-paru, saraf, kulit dan kelamin, serta obstetri dan ginekologi khusus peserta wanita. Selain itu diperiksa pula THT (telinga, hidung, tenggorokan), denyut nadi dan tekanan darah, tinggi dan berat badan, komposisi tubuh, mata, serta gigi dan mulut.

2. Pemeriksaan laboratorium

Sampel urine dan darah peserta diuji meliputi urine rutin, darah lengkap, SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, kolesterol total, glukosa puasa, dan asam urat.

3. Pemeriksaan jantung

Dilakukan elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung dan menilai kondisi serta irama jantung peserta.

Cara Penentuan Kelulusan

Kelulusan tidak ditentukan oleh satu nilai ambang per tes. Panitia memakai akumulasi nilai hasil pembobotan dari tiga komponen:

  • SKD: 20%
  • TKBI: 50%
  • Tes Kesehatan Tahap I: 30%

Rumusnya: {(NSKD/550 × 20) + (NTKBI/677 × 50) + (Nkesl/80 × 30)}, dengan NSKD adalah nilai SKD, NTKBI nilai TKBI, dan Nkesl nilai Tes Kesehatan Tahap I.

Kuota kelulusan ditetapkan 1,5 kali jumlah formasi per provinsi untuk jalur umum, dan dua kali jumlah kuota OAP untuk Orang Asli Papua di wilayah Papua. Peserta diimbau selalu mengacu pada pengumuman resmi panitia untuk hasil dan ketentuan lanjutan.

Checklist Persiapan Peserta

Ada sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi sebelum dan saat tes berlangsung:

  • Puasa minimal 10 jam sebelum tes; selama puasa hanya diperbolehkan minum air putih.
  • Tiba di lokasi minimal 60 menit sebelum jadwal yang ditentukan.
  • Rambut peserta pria mengikuti aturan panjang rambut dalam pedoman; peserta wanita mengikat rambut dengan rapi.
  • Pakaian saat datang: kemeja putih polos, celana panjang hitam (bukan jeans), sepatu hitam, dan hijab/jilbab putih bagi yang mengenakan.

Barang yang wajib dibawa: Surat Pernyataan Kesediaan Mengikuti Tes Kesehatan Tahap I yang ditandatangani di atas meterai Rp10.000 dan diketahui orang tua/wali, kaos putih polos, celana pendek berwarna gelap (peserta wanita: celana training panjang berwarna gelap), dua buah meterai, sandal jepit, kartu peserta, KTP/KK/KIA, dan alat tulis. Surat pernyataan dapat diunduh di portal resmi SPCP IPDN, spcp.ipdn.ac.id.

Tahapan Setelah Tes Kesehatan

Bagi yang dinyatakan lulus, rangkaian seleksi berlanjut ke Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran (21–22 Oktober, pengumuman 24 Oktober), Seleksi Penentuan Akhir di 32 provinsi luar Papua (27 Oktober–5 November) dan 6 provinsi wilayah Papua (27–31 Oktober), pengumuman kelulusan akhir pada 6 November 2026, serta registrasi calon praja pada 8–9 November 2026.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru