unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › Platform Digital GPP Diluncurkan, Indonesia-Korea Buka Akses Kemitraan Bisnis
IPTEK

Platform Digital GPP Diluncurkan, Indonesia-Korea Buka Akses Kemitraan Bisnis

Peluncuran platform digital Global Partnership Platform untuk kemitraan bisnis Indonesia dan Korea Selatan
A A Ukuran Teks16px

Perusahaan Indonesia dan Korea Selatan kini memiliki akses baru untuk menjajaki kerja sama bisnis melalui peluncuran Global Partnership Platform (GPP).

Platform digital ini dirancang mempertemukan perusahaan yang membutuhkan mitra usaha dengan pihak yang memiliki solusi teknologi, jaringan pasar, dan peluang kolaborasi.

GPP diluncurkan Green Innovation Cooperation Center (GICC) bersama Korea–Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC) dalam rangkaian Korea–Indonesia Partnership Discovery Forum 2026.

Forum tersebut diikuti 123 peserta dari 77 perusahaan, terdiri atas 57 perusahaan Indonesia dan 20 perusahaan Korea Selatan.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha kedua negara untuk memperkenalkan kemampuan bisnis, menjajaki kemitraan, serta mencari peluang kolaborasi di bidang teknologi dan inovasi.

Pencarian Mitra hingga Business Matching

Direktur KITC, Dr. Sung Jihyun, menilai kolaborasi perusahaan kedua negara dapat mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan teknologi masing-masing pihak.

Menurut Sung, sebagian perusahaan memiliki teknologi menjanjikan tetapi membutuhkan mitra lokal, sementara perusahaan lain memahami pasar namun memerlukan dukungan teknologi.

Ia menjelaskan KITC juga dapat menghubungkan perusahaan dan institusi Indonesia dengan jaringan lembaga penelitian pemerintah Korea Selatan untuk mendukung kolaborasi teknologi dan penelitian bersama.

Dalam demonstrasi platform, Prof. Dr. Ir. Meyliana dari Universitas Bina Nusantara (BINUS) menjelaskan GPP sebagai sarana digital bagi perusahaan, koperasi, UMKM, dan startup untuk mencari mitra dan mengembangkan kerja sama bisnis.

Melalui fitur Company Directory, pengguna dapat mencari perusahaan berdasarkan negara dan sektor industri.

Platform ini juga menyediakan fasilitas pendaftaran berbagai kegiatan, termasuk seminar, forum bisnis, dan business matching, untuk mempertemukan calon mitra dengan kebutuhan yang relevan.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI, Henra Saragih, menilai peluncuran GPP sebagai langkah memperluas akses kemitraan internasional bagi koperasi dan pelaku usaha Indonesia.

“Peluncuran Global Partnership Platform hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah platform, melainkan merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem kemitraan yang lebih terbuka, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil,” kata Henra dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2026).

Menurut dia, GPP diharapkan tidak hanya menjadi basis data perusahaan, tetapi juga sarana pencocokan kemitraan yang menghubungkan kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi, pembiayaan, dan peluang pasar hingga berpotensi menghasilkan kerja sama konkret.

Selain peluncuran platform, forum menghadirkan sesi Business & Partnership Pitch yang melibatkan tujuh perusahaan dari Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam sesi itu, masing-masing perusahaan memperkenalkan bisnis serta potensi kerja sama yang dapat dikembangkan dengan calon mitra.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi jejaring atau networking untuk membuka komunikasi lanjutan di antara peserta.

GICC dan KITC berharap GPP dapat berkembang menjadi ekosistem kemitraan digital yang berkelanjutan.

Melalui platform tersebut, perusahaan dari kedua negara diharapkan tidak berhenti pada tahap perkenalan, tetapi dapat melanjutkan penjajakan menuju kolaborasi di bidang bisnis, teknologi, dan inovasi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru