unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Jepang Luncurkan Wahana untuk Ambil Sampel Bulan Mars Phobos
News

Jepang Luncurkan Wahana untuk Ambil Sampel Bulan Mars Phobos

Ilustrasi wahana antariksa menuju Phobos, bulan Mars
Jepang Luncurkan Wahana untuk Ambil Sampel Bulan Mars Phobos
A A Ukuran Teks16px

Jepang bersiap meluncurkan sebuah wahana antariksa dalam misi pertama di dunia untuk membawa pulang sampel dari Phobos, salah satu dari dua bulan kecil Mars yang berbentuk seperti kentang.

Peluncuran oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dijadwalkan berlangsung pada Selasa menggunakan roket H-3, roket andalan baru Jepang.

Para ilmuwan berharap misi berdurasi sekitar lima tahun itu memberi petunjuk bagaimana Phobos dan Deimos, bulan yang lebih kecil, terbentuk.

Mereka juga berharap sampel tersebut dapat sedikit menjelaskan asal-usul kehidupan di tata surya.

Misteri Asal-Usul Bulan Mars

Sejak 1960-an, puluhan misi telah dikirim ke Mars, tetapi bulan-bulannya sebagian besar masih menjadi misteri.

Phobos dan Deimos mengambil nama dari personifikasi ketakutan dan teror dalam mitologi Yunani, putra dewa perang Ares yang dalam versi Romawi dikenal sebagai Mars.

Sejumlah upaya Rusia untuk mendarat di Phobos, termasuk pada 2011, telah gagal.

Pertanyaan kunci adalah bagaimana kedua benda tak beraturan penuh kawah itu terbentuk dan dari apa keduanya tersusun.

Sebagian ilmuwan menduga keduanya merupakan sisa puing setelah benda langit besar menghantam Mars, sementara yang lain menyebut bulan-bulan itu bisa jadi asteroid dari tempat lain.

Pejabat JAXA meyakini sampel dari Phobos akan memberikan jawaban.

“Kami hampir pasti bisa sampai pada kesimpulan dengan menganalisis sampel tanah (Phobos),” kata peneliti utama MMX, Kiyoshi Kuramoto.

Phobos dipilih terutama karena lebih dekat ke Mars dibanding Deimos sehingga mungkin menyimpan lebih banyak informasi tentang planet itu.

Menurut pejabat JAXA, material dari Mars diperkirakan mencapai sekitar 0,1% dari material yang dikumpulkan dari Phobos.

Phobos berdiameter sekitar 20 hingga 30 kilometer dan mengorbit Mars pada jarak sekitar 6.000 kilometer sebanyak tiga kali sehari.

Sampel dari Phobos juga dapat menjelaskan asal-usul Deimos karena kedua bulan diyakini memiliki akar yang sama, kata Kuramoto.

Misi ini juga mencakup rencana terbang mendekati Deimos dan melakukan pengamatan.

Perjalanan Panjang dan Tantangan Pendaratan

Perjalanan menuju planet merah itu tidak singkat karena jaraknya 55 juta kilometer dari Bumi pada titik terdekat.

Setelah diluncurkan dengan roket H-3, wahana akan tiba di kawasan Mars setahun kemudian.

Wahana lalu terbang mendekati dan mengelilingi Phobos selama tiga tahun untuk mengumpulkan data dan sampel sebelum kembali ke Bumi pada 2031.

MMX terdiri atas tiga modul, yaitu untuk propulsi, eksplorasi, dan pengembalian, dengan bobot sekitar 5 ton.

Hanya modul ketiga yang akan kembali ke Bumi dengan sampel tersimpan dalam kapsul.

Wahana membawa 13 instrumen, termasuk rover hasil kerja sama Prancis dan Jerman yang akan mendarat di bulan tersebut.

Instrumen lain mencakup perangkat pengambil sampel dan pengukur sinar gamma dari NASA serta perangkat komunikasi luar angkasa milik European Space Agency.

Rover Idefix akan mendarat lebih dulu dan menjelajahi permukaan Phobos selama 100 hari sekitar 2029 untuk membantu pengambilan sampel tanah oleh Jepang.

Setelah MMX mendarat, ilmuwan JAXA menargetkan setidaknya 10 gram tanah dari dua upaya pengambilan sampel dengan metode Amerika dan Jepang.

Perangkat NASA memakai gas bertekanan untuk mengangkat debu permukaan ke wadah, sedangkan metode coring JAXA mengambil sampel dari kedalaman sekitar 2 sentimeter.

Sampel akan disimpan dalam kapsul berpelindung panas yang dirancang bertahan saat masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Kapsul itu diperkirakan mendarat di Australia sebelum dikirim kembali ke Jepang.

Sebelumnya, dua misi Hayabusa Jepang telah membawa pulang sampel asteroid, pertama pada 2010 dan lagi pada 2020.

Tantangan lain adalah gravitasi Phobos yang hanya seperdua ribu gravitasi Bumi, sehingga wahana harus memilih lokasi pendaratan yang relatif rata.

Untuk mengurangi pantulan saat menyentuh permukaan, modul eksplorasi MMX dilengkapi empat kaki pendarat dengan fitur peredam guncangan.

Rover memiliki roda yang dapat mencengkeram pada gravitasi rendah, menegakkan diri jika terbalik, dan bergerak “dengan kecepatan siput”, menurut JAXA.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru