unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pemilik Mobil Tua Wajib Periksa Kabel dan Sekring, Ini Tanda Awal Korsleting
News

Pemilik Mobil Tua Wajib Periksa Kabel dan Sekring, Ini Tanda Awal Korsleting

Pemeriksaan kabel mobil tua untuk mencegah korsleting dan kebakaran
Pemilik Mobil Tua Wajib Periksa Kabel dan Sekring, Ini Tanda Awal Korsleting
A A Ukuran Teks16px

Risiko kebakaran pada mobil berusia lanjut perlu diwaspadai, terutama yang berkaitan dengan sistem kelistrikan dan saluran bahan bakar.

Sejumlah insiden kebakaran kendaraan di area parkir menjadi pengingat akan pentingnya perawatan rutin.

Di antaranya Suzuki Jimny tua yang terbakar di PIM 5 dan kebakaran di parkiran TIS Square yang dipicu BMW X5 hingga merembet ke kendaraan lain.

Peristiwa di TIS Square, Tebet, Jakarta Selatan, terjadi pada Rabu (14/10/2026) sore.

Kejadian tersebut menyoroti pentingnya mengenali gangguan kendaraan sebelum masalah berkembang menjadi kebakaran.

Dua Pemicu Utama Kebakaran Mobil Tua

Kerusakan pada mobil berusia lanjut dapat memicu kebakaran melalui dua faktor utama, yakni kebocoran saluran bahan bakar dan gangguan sistem kelistrikan.

Kebocoran bahan bakar umumnya lebih mudah dikenali melalui pemeriksaan visual, seperti aroma bensin menyengat atau cairan yang menetes ke lantai.

Sebaliknya, gangguan kelistrikan yang menyebabkan korsleting kerap sulit diketahui sejak awal.

Kondisi ini dapat luput dari perhatian hingga api telanjur membesar, sehingga pemeriksaan komponen kelistrikan menjadi bagian penting dalam perawatan mobil tua.

Meski kendaraan lama belum dilengkapi sistem diagnosis komputer modern, gejala awal korsleting masih dapat dikenali melalui komponen pengaman arus listrik.

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah sekring yang terputus.

Dennis Emmanuel, Pemilik Bengkel Spesialis Jimny MMC 4x4, menjelaskan bahwa kondisi sekring dapat membantu pemilik mengenali kemungkinan gangguan pada jalur kelistrikan kendaraan.

"Sekring putus, itu tanda awal ada yang korslet," ujar Dennis kepada Kompas. com, Minggu (18/10/2026).

Sekring yang putus tidak seharusnya langsung diganti tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya masalah pada perkabelan atau lonjakan arus listrik yang perlu ditemukan terlebih dahulu.

Karena itu, pemilik kendaraan perlu menelusuri penyebab sekring terputus sebelum memasang penggantinya.

Mengabaikan sumber gangguan berisiko membuat masalah kelistrikan tetap ada meskipun sekring sudah diganti.

Apabila sekring berulang kali putus, pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi kabel menjadi langkah yang disarankan.

Tujuannya adalah menemukan bagian yang mengalami korsleting sekaligus mengurangi risiko munculnya percikan api.

Dennis menekankan perlunya pemeriksaan jalur kabel dan peremajaan menyeluruh pada kendaraan yang membutuhkan perbaikan instalasi kelistrikan.

"Kalau sudah sekring ada yang putus, harus periksa wiring mana yang korslet. Makanya mobil Jimny itu wajib di-total wiring, kalau mau dipakai dengan proper mobilnya," kata Dennis.

Istilah total wiring merujuk pada pekerjaan meremajakan atau merangkai ulang keseluruhan sistem perkabelan kendaraan.

Proses ini ditujukan untuk menata kembali jalur listrik agar instalasinya lebih teratur dan layak digunakan.

Pada mobil tua, kondisi perkabelan menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam perawatan.

Pemeriksaan menyeluruh dapat membantu menemukan gangguan yang tidak selalu terlihat dari luar, terutama ketika gejala awalnya berupa sekring yang terputus.

Dengan demikian, sekring putus sebaiknya diperlakukan sebagai sinyal untuk memeriksa sistem kelistrikan, bukan sekadar komponen yang perlu diganti.

Penelusuran sumber korsleting dan peremajaan kabel sesuai kebutuhan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko kebakaran kendaraan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru