Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyiapkan program bedah rumah bagi pasangan lansia Kakek Roip (81) dan Nenek Amanah (76) di Kampung Gunung Cabe, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Keduanya hidup berdua tanpa anak dan menghadapi keterbatasan ekonomi. Rumah mereka nyaris roboh dan dinilai tidak layak huni.
Menurut Sumirah (41), bidan desa setempat yang akrab disapa Mira, kebutuhan makan sehari-hari pasangan itu bergantung pada bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan pemberian tetangga.
"Untuk makan sehari-hari kakek-nenek ini hanya mengandalkan bantuan PKH. Rumahnya sudah benar-benar tidak layak huni, akan roboh," ujar Mira.
Kakek Roip masih berusaha mencari penghasilan sebagai buruh tani serabutan. Upah dari pekerjaan yang diberikan warga sekitar digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama istrinya.
Sementara itu, Nenek Amanah mengurus rumah tangga, termasuk memasak di dapur yang kondisinya juga tidak layak digunakan.
Kondisi kesehatan Kakek Roip memperberat kehidupan mereka. Mira menyampaikan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Kakek Roip mengalami katarak sehingga penglihatannya terganggu.
"Kami juga prihatin warga sekitar sini sangat kasihan dengan kondisi Kakek Roip yang sudah tidak bisa melihat lagi secara jelas, hasil pemeriksaan dokter diagnosanya matanya katarak," tutur Mira.
Program perbaikan rumah ini diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia atau Indonesian Police Lovers Community.
Program tersebut ditujukan agar pasangan lansia itu memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
