unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › IPhone Duo Langka, Prapesanan Apple Tertunda hingga Tiga Bulan
Hiburan

IPhone Duo Langka, Prapesanan Apple Tertunda hingga Tiga Bulan

Ilustrasi iPhone Duo, smartphone lipat pertama Apple yang mengalami keterlambatan pengiriman
A A Ukuran Teks16px

Apple resmi membuka prapesanan untuk iPhone Duo, smartphone lipat pertamanya.

Namun, peluncuran perdana itu langsung diwarnai kendala pasokan yang membuat estimasi pengiriman melorot drastis hingga akhir Januari tahun depan.

Pembeli yang terlambat memesan pada menit-menit awal harus menunggu hingga tiga bulan untuk mendapatkan unit ponsel fleksibel seharga Rp35,4 jutaan ($2.000) tersebut.

Masalah pengiriman bermula saat aplikasi Apple Store mengalami keterlambatan pembukaan sistem pemesanan beberapa menit dari jadwal resmi.

Begitu sistem dapat diakses, estimasi pengiriman langsung bergeser dari tanggal rilis perdana 23 Oktober menuju awal November.

Tidak butuh waktu lama, masa tunggu pemesanan terus melonjak perlahan ke pertengahan November, akhir Desember, hingga akhirnya menyentuh akhir Januari.

Strategi distribusi global di balik kelangkaan

Laporan pengamat industri menunjukkan manajemen Apple sebenarnya sudah menyadari ketatnya pasokan komponen sebelum jadwal prapesanan dibuka.

Keputusan tetap mengejar peluncuran awal pada kuartal pertama tahun fiskal menjadi pemicu utama tipisnya stok unit di pasar global.

Jumlah unit fisik yang disediakan di toko resmi pada hari pertama rilis juga sangat minim.

Rencana awal Apple hanya memfokuskan distribusi tahap pertama ke dua negara pusat penjualan utama.

Namun, strategi itu mendadak berubah dengan keputusan mengirim iPhone Duo ke lebih dari 70 negara secara bersamaan.

Perluasan cakupan wilayah penjualan serentak membuat alokasi stok perangkat lipat yang terbatas ini terbagi tipis di berbagai kawasan dunia.

Langkah distribusi yang terburu-buru ini dinilai menjadi tantangan besar bagi jajaran manajemen baru di bawah pimpinan CEO John Ternus.

Sebelum peluncuran, Ternus sempat menekankan pentingnya pengembangan produk secara matang ketimbang tergesa-gesa merilis gawai yang belum sempurna.

Prinsip kehati-hatian dalam ranah teknis manufaktur itu rupanya tidak sejalan dengan kesiapan rantai pasok dalam skala global.

Dari sisi spesifikasi, iPhone Duo menghadirkan pendekatan arsitektur layar yang belum pernah diterapkan pada gawai fleksibel lainnya. Salah satu fitur unggulannya adalah lapisan pelindung layar berbasis nanotexture display.

Komponen ini dirancang khusus agar dapat diganti secara mandiri apabila bagian lipatan (crease) mulai mengalami penurunan kualitas visual akibat pemakaian rutin jangka panjang.

Sektor rekayasa engsel dan panel fleksibel ini membutuhkan kepresisian manufaktur tingkat tinggi yang menguras kapasitas produksi pabrikan mitra Apple.

Kompleksitas pembuatan komponen pelindung menjadi salah satu faktor melambatnya laju perakitan massal di lini produksi hardware.

Kehadiran teknologi pelindung yang dapat dilepas pasang menjawab keraguan pengguna terkait keawetan layar lipat. Di sisi lain, inovasi ini menciptakan hambatan besar dalam memenuhi volume permintaan pasar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru