Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah kota Indonesia melonjak ke kategori tidak sehat hingga berbahaya pada Selasa (20/10/2026). Data IQAir pagi ini mencatat Palembang sebagai kota dengan kualitas udara terburuk, sementara Ketapang, Kalimantan Barat, sempat mencatat ISPU 697 yang masuk kategori berbahaya.
Karhutla yang belum padam dan musim kemarau yang berkepanjangan menjadi pemicu utama memburuknya kualitas udara di berbagai daerah. BMKG sebelumnya memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 terlambat di lebih dari 60 persen wilayah Indonesia akibat El Nino yang sangat kuat dan fase positif Indian Ocean Dipole.
Palembang Terburuk, Jakarta Tak Sehat
Berdasarkan pantauan IQAir pada Selasa pagi, Palembang mencatat AQI 287, disusul Pekanbaru 185, Bandung 167, Tangerang Selatan 166, dan Jakarta 153. Konsentrasi PM2.5 di Jakarta tercatat 10,4 kali lipat ambang batas yang ditetapkan WHO. Situs weather.com juga mencatat AQI Jakarta 134 dengan status tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Ketapang Tembus 697
Kondisi paling ekstrem terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat. Pada Senin (19/10/2026) pukul 09.00 WIB, ISPU di sana menembus angka 697 kategori berbahaya untuk parameter PM10, dengan PM2.5 mencapai 502. Kabut asap tebal membuat jarak pandang sangat terbatas di sejumlah titik kota.
Di Padang, Sumatera Barat, ISPU sempat menyentuh 480 kategori berbahaya pada Jumat (16/10/2026). Akibatnya, kegiatan Car Free Day pada Minggu (18/10/2026) ditiadakan. BPBD setempat membagikan sekitar 11.000 masker kepada warga dan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Sekolah di Karimun Belajar dari Rumah
Dampak kabut asap juga dirasakan di Karimun, Kepulauan Riau. Dinas Pendidikan setempat memperpanjang kebijakan belajar dari rumah pada 19–20 Oktober 2026 setelah kualitas udara tercatat 176 mikrogram per meter kubik kategori tidak sehat pada Minggu (18/10/2026).
Ada Kabar Baik dari Prabumulih dan Jakarta
Di tengah kabar buruk, ada sedikit titik terang. ISPU Prabumulih, Sumatera Selatan, turun ke angka 162 kategori tidak sehat pada Senin malam, setelah sempat menyentuh 365 pada 15 Oktober. Kabut asap malam hari mulai menipis.
Di Jakarta, asap karhutla di langit mulai berkurang sejak Jumat (16/10/2026) seiring perubahan pola angin yang terpantau citra satelit BMKG Himawari. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, pada Senin (19/10/2026) menyatakan beberapa titik pemantauan ISPU Jakarta masih berada di kategori sedang hingga tidak sehat, sehingga masyarakat tetap diminta waspada terhadap paparan PM2.5.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, dan memantau perkembangan kualitas udara melalui laman resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup.