unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Model AI GoTo Pahami Bahasa Jawa hingga Batak, Akses Gratis
News

Model AI GoTo Pahami Bahasa Jawa hingga Batak, Akses Gratis

Ilustrasi kecerdasan buatan dan model bahasa besar
Model AI GoTo Pahami Bahasa Jawa hingga Batak, Akses Gratis
A A Ukuran Teks16px

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. memperkenalkan model bahasa besar berkapasitas 27 miliar parameter yang dirancang memahami bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah.

Peluncuran berlangsung di Bali Tech Week pada 19 Oktober, sebagaimana dilansir Detik iNET.

Model ini mendukung pemahaman bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan Batak untuk menjawab kebutuhan pengguna di Indonesia.

Akses Gratis untuk Startup hingga Institusi Publik

GoTo membuka akses model tersebut secara gratis bagi perusahaan rintisan, perguruan tinggi, dan institusi publik.

CEO Grup GoTo Hans Patuwo menilai model AI global belum tentu memahami gaya penulisan dan tutur kata masyarakat Indonesia.

Ia menyoroti penggunaan singkatan sehari-hari serta bahasa daerah yang dituturkan banyak orang sejak kecil di rumah.

Menurut Hans, GoTo menjawab tantangan itu dengan mengembangkan AI yang dapat digunakan pengguna di ekosistem perusahaan.

Penyediaan akses gratis disebut sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan pengembangan teknologi AI di dalam negeri.

Inisiatif ini dikaitkan dengan Visi Indonesia Digital 2045 dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Hans menyatakan langkah tersebut mendorong transformasi bangsa dari sekadar pengguna menjadi pencipta teknologi AI.

Dalam pengembangannya, GoTo memakai data teks berbahasa Indonesia dan bahasa daerah dari media, situs publik, serta mitra perguruan tinggi.

Perusahaan juga melibatkan mahasiswa dari tujuh universitas di Indonesia untuk bekerja bersama tim internal menyusun model AI.

Model 27 miliar parameter ini dirancang agar dapat dijalankan secara mandiri di server milik pengguna.

Pendekatan itu memungkinkan startup, kampus, dan institusi memanfaatkan teknologi tanpa bergantung pada pusat data berskala besar.

Model tersebut dapat dipakai untuk mengembangkan fitur penjawab pertanyaan, peringkasan dokumen, dan penerjemahan bahasa.

Hans menjelaskan pembukaan akses bagi publik dimaksudkan menyediakan fondasi pengembangan AI yang mempertimbangkan kearifan lokal dan karakteristik komunikasi masyarakat Indonesia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru